Kemenkeu Lelang Koleksi Sepatu JK Hingga Batik Sri Mulyani

Yuli Yanna Fauzie, CNN Indonesia | Senin, 26/02/2018 13:49 WIB
Kemenkeu Lelang Koleksi Sepatu JK Hingga Batik Sri Mulyani Dalam lelang yang akan digelar Kementerian Keuangan Lusa, koleksi batik milik Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri BUMN Rini Soemarno bakal dilelang mulai Rp5 juta. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan menggelar lelang koleksi dan barang pribadi para pejabat hingga direksi BUMN dengan nilai mencapai Rp16,5 triliun. Lelang tersebut akan digelar di Galeri Nasional, Jakarta Pusat pada Rabu (28/2) mendatang mulai pukul 10.00 hingga selesai.

Direktur Lelang Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kemenkeu Lukman Effendi menyebutkan, lelang ini diikuti oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla dan istri, Mufidah Jusuf Kalla. Keduanya, akan melelang 10 kain dari Nusantara, tiga baju muslim, dua dasi, dan lima pasang sepatu dengan harga mulai dari Rp500 ribu untuk tiap barang.

"Kegiataan lelang ini memang kami tawarkan mulai dari Pak Jokowi hingga para menteri di Kabinet. Kami minta yang dilelang bukan barang mewah, tapi barang pribadi bekas. Itu akan lebih berkesan," ujar Lukman di Kemenkeu, Senin (26/2).


Para menteri Kabinet Kerja, mulai dari Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, Menteri Luar Negeri Retno Lestari, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Sofyan Djalil, Menteri Kesehatan Nia F. Moeloek, dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi juga akan ikut serta meleang barang miliknya.


Dua menteri perempuan Jokowi, Sri Mulyani dan Rini Soemarno akan melelang baju batik yang biasa digunakan saat menjalankan tugas sehari-hari.

Sri Mulyani akan melelang batik lengan panjang dengan motif bunga dengan nilai mulai dari Rp5 juta. Sementara Rini, akan melelang baju batik lengan panjang dengan motif parang berwarna coklat dengan harga mulai dari Rp5 juta.

Sedangkan beberapa menteri laki-laki, misalnya Sofyan Djalil, akan melelang dua buah sajadah dengan nilai mulai dari Rp250 ribu hingga Rp750 ribu. Kemudian, Airlangga akan melelang sepatu pantofel berwarna hitam dengan ukuran 43 dengan harga mulai dari Rp750 ribu.

Lalu, Budi Karya akan melelang gitar akustik berwarna coklat-kuning dengan harga mulai dari Rp500 ribu. Gitar ini merupakan salah satu gitar yang sering digunakan 'ngeband' bersama Elek Yo Band, yang berisikan beberapa menteri di Kabinet Kerja.

Selain Wapres dan Menteri, lelang juga akan diikuti oleh para kalangan pejabat eselon I di Kemenkeu, misalnya Sekretaris Jenderal Hadiyanto, Direktur Jenderal Pajak Robert Pakpahan, Direktur Bea dan Cukai Heru Pambudi, Direktur Jenderal Perbendaharaa Marwanto, Direktur Jenderal Kekayaan Negara Isa Rachmatarwata, Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Liky Alfirman, hingga Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Boediarso.

Lukman menuturkan, selain melelang barang pribadi dan koleksi para pejabat di Kabinet Kerja, lelang juga akan menghadirkan barang milik Direktur Utama BUMN, antara lain Direktur Utama BNI Ahmad Baiquni dan Direktur Utama BRI Soeprajarto.

Selain itu, pelaksanaan lelang juga turut menampilkan barang lelang hasil sitaan dan barang gratifikasi yang turut disita Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).


Lukman menjelaskan, lelang ini dapat diikuti oleh seluruh masyarakat Indonesia. Caranya, dengan mendaftarkan diri dan membuat akun aktif di situs www.lelangdjkn.kemenkeu.go.id mulai hari ini. Selain itu, masyarakat dapat pula langsung datang ke Galeri Nasional untuk mengikuti lelang.

"Lelang ini sangat terbuka untuk siapa saja. Lelang bisa diikuti oleh seluruh Indonesia, bahkan (Warga Negara Indonesia/WNI) yang ada di luar negeri. Tapi harus ada NPWP dan KTP," terangnya.

Lalu, setelah mendaftar dan memilih barang, peserta lelang harus menyertakan uang jaminan sesuai dengan kesepakatan yang telah ditentukan, misalnya untuk produk dengan harga Rp500 ribu, uang jaminannya mulai dari Rp230 ribu.

"Jumlah atau nominal yang disetorkan harus sama dengan uang jaminan yang disyaratkan penjual dalam pengumuman lelang ini dan harus disetorkan sekaligus, bukan dicicil," jelasnya.

Sesuai persyaratan, pelunasannya dilakukan lima hari setelah pelaksanaan lelang. Adapun uang lelang yang didapat akan secara sukarela diberikan para pejabat untuk masuk ke pos Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Selanjutnya, uang lelang akan digunakan untuk sektor pendidikan, melalui yayasan yang bekerja sama dengan pemerintah. (agi/bir)