Uang Berputar di Acara IMF-World Bank Bisa Tembus Rp1,36 T

Yuli Yanna Fauzie, CNN Indonesia | Senin, 26/02/2018 16:55 WIB
Bank Indonesia (BI) memproyeksi uang berputar mencapai Rp1,36 triliun di perhelatan Annual Meeting IMF-World Bank di Bali pada Oktober nanti. Bank Indonesia (BI) memproyeksi uang berputar mencapai Rp1,36 triliun di perhelatan Annual Meeting IMF-World Bank di Bali pada Oktober nanti. (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma).
Jakarta, CNN Indonesia -- Bank Indonesia (BI) memproyeksi uang berputar mencapai Rp1,36 triliun di perhelatan Annual Meeting IMF-World Bank di Bali pada 8-14 Oktober mendatang. Uang itu berasal dari belanja peserta untuk keperluan akomodasi dan transportasi selama acara berlangsung.

Adapun, jumlah peserta perhelatan internasional tersebut diperkirakan mencapai 15.000 orang yang terdiri dari para pejabat negara, delegasi, akademisi, hingga jurnalis.

"Kami sampai ke satu angka yang minimum sekitar US$100 juta. Tapi itu minimal, itu belum memperhitungkan dampak multipliernya. Mungkin, itu hanya pengeluaran selama acara saja," ujar Peter di kantor BI, Senin (26/2).



Peter optimistis, uang berputar dari acara IMF-World Bank masih akan bertambah, terutama apabila keluarga dan kerabat delegasi ikut berkunjung.

"Tapi ini belum menghitung kesepakatan tanda tangan investasi dan ekspor impor setelah itu. Bahkan, belum menghitung soal potensi masuknya turis setelah acara ini," terang dia.

Lebih lanjut Peter mengatakan, dana masuk itu tak hanya berpotensi terserap oleh penyedia layanan akomodasi, transportasi, hingga makanan. Namun juga, bagi penyedia layanan dan jasa wisata di Pulau Dewata dan beberapa daerah wisata lain.


Sebab, bersamaan dengan acara ini, potensi delegasi turut berlibur di Indonesia cukup besar. "Kalau mereka (para delegasi) datang ke Washington (untuk acara IMF), biasanya tidak bawa keluarga, tidak menarik. Tapi kalau meeting di Bali, itu nampaknya bawa keluarga karena bisa sekalian berlibur," pungkasnya.

Adapun perhelatan IMF-WB merupakan pertemuan penting dan berskala dunia di sektor ekonomi. (bir)