Adapun, jumlah peserta perhelatan internasional tersebut diperkirakan mencapai 15.000 orang yang terdiri dari para pejabat negara, delegasi, akademisi, hingga jurnalis.
"Kami sampai ke satu angka yang minimum sekitar US$100 juta. Tapi itu minimal, itu belum memperhitungkan dampak multipliernya. Mungkin, itu hanya pengeluaran selama acara saja," ujar Peter di kantor BI, Senin (26/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peter optimistis, uang berputar dari acara IMF-World Bank masih akan bertambah, terutama apabila keluarga dan kerabat delegasi ikut berkunjung.
"Tapi ini belum menghitung kesepakatan tanda tangan investasi dan ekspor impor setelah itu. Bahkan, belum menghitung soal potensi masuknya turis setelah acara ini," terang dia.
Sebab, bersamaan dengan acara ini, potensi delegasi turut berlibur di Indonesia cukup besar. "Kalau mereka (para delegasi) datang ke Washington (untuk acara IMF), biasanya tidak bawa keluarga, tidak menarik. Tapi kalau meeting di Bali, itu nampaknya bawa keluarga karena bisa sekalian berlibur," pungkasnya.
Adapun perhelatan IMF-WB merupakan pertemuan penting dan berskala dunia di sektor ekonomi. (bir)