MUFG Akan Lebur Nusantara Parahyangan dengan Bank Danamon

Yuli Yanna Fauzie, CNN Indonesia | Kamis, 01/03/2018 15:22 WIB
MUFG Akan Lebur Nusantara Parahyangan dengan Bank Danamon MUFG berambisi meleburkan Bank Nusantara Parahyangan dengan Bank Danamon. Merger ini sebagai bagian dari upaya untuk menguasai saham Bank Danamon. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Mitsubishi UFJ Financial Group Inc (MUFG) berambisi meleburkan (merger) PT Bank Nusantara Parahyangan Tbk (BNP) dengan PT Bank Danamon Indonesia Tbk. Merger tersebut sebagai bagian dari upaya institusi keuangan asal Jepang itu mengempit 73,8 persen saham Bank Danamon.

General Manager Mitsubishi UFJ Financial Group Inc. Hiroshi Kawano mengatakan, rencana ini telah dikomunikasikan MUFG ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai regulator industri perbankan di Indonesia.


"Oh iya (sudah komunikasi), tapi OJK punya aturan dan arahan, sehingga kami mengikutinya," ujarnya saat ditemui di kawasan Senayan, Rabu (28/2).


Sayangnya, Kawano belum ingin membagi lebih rinci mengenai rencana merger BNP dengan Bank Danamon itu. Ia juga enggan memastikan, kapan langkah ini bisa membuahkan hasil.

"Saya tidak bisa (memberi estimasi waktu merger selesai dilakukan), karena proses harus diikuti," imbuhnya.

Sebelumnya, MUFG melancarkan ambisinya untuk menguasai saham Bank Danamon melalui entitas bisnisnya BTMU, di mana saat ini, BTMU telah memiliki 19,9 persen saham Bank Danamon.

Nantinya, BTMU akan memegang 40 persen saham Bank Danamon. Namun, hal ini harus menunggu Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Danamon yang dilangsungkan pada 20 Maret mendatang.


Adapun langkah merger antara BNP dan Bank Danamon bisa menjadi salah satu cara MUFG untuk menguasai saham Bank Danamon tanpa melanggar aturan kepemilikan tunggal perbankan (Single Presence Policy/SPP).

Menurut aturan itu, kepemilikan saham tunggal dapat dilakukan dengan skema merger dan membentuk holding. (bir)


BACA JUGA