Ruas Tol Salatiga-Kartasura Ditarget Layani Arus Mudik 2018

SAH, CNN Indonesia | Kamis, 08/03/2018 10:53 WIB
Ruas Tol Salatiga-Kartasura Ditarget Layani Arus Mudik 2018 Ilustrasi jalan tol. (Dok. Jasa Marga).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan Tol Semarang-Solo seksi IV dan V yang menghubungkan Salatiga dan Kartasura rampung dan beroperasi melayani arus mudik lebaran 2018.

Tol tersebut memiliki panjang jalan 32,4 kilometer. Pemerintah memberikan bantuan berupa dukungan tunai infrastruktur (Viability Gap Fund/VGF) berupa konstruksi sepanjang 2,45 kilometer. Hal itu bertujuan untuk meningkatkan kelayakan investasi ruas tol tersebut.


"Kami targetkan jalan tol Semarang hingga Solo Seksi IV dan V ini bisa fungsional pada saat mudik, kecuali di Kali Kenteng yang merupakan titik kritis. Kami akan tetap upayakan bisa selesai. Bila tidak, kendaraan akan melalui jalur yang bawahnya," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dikutip dari keterangan resmi Kementerian PUPR, Kamis (8/3).


Saat ini, ia menuturkan, pembebasan lahan untuk seksi IV dan V tol Semarang-Solo sudah mencapai 98 persen. Sementara, untuk dua persen lagi dikenakan skema sewa lahan.

Hal itu dapat mempercepat pekerjaan konstruksi, terutama untuk membangun Jembatan Kenteng sepanjang 496 meter dengan ketinggian sekitar 40 meter. Hingga kini, progres mencapai 48 persen.

Pembangunan Jembatan Kenteng, kata Basuki, menjadi salah satu titik kritis tersambungnya tol Semarang-Solo karena ada sedikit perubahan desain dari Komisi Keamanan Jembatan Panjang dan Terowongan Jalan (KKJTJ). Kendati demikian, ia optimistis jembatan tersebut akan selesai tepat waktu.


"Ini ada perubahan desain sedikit, jika kami lihat beberapa tiang masih di bawah dan yang lainnya sudah selesai. Saya optimistis, insyaallah masih bisa kami kejar penyelesaiannya," imbuhnya.

Tol Semarang-Solo dibangun dengan investasi sebesar Rp7 triliun. Badan Usaha Jalan Tol yang melakukan pengusahaannya adalah PT Trans Marga Jateng dengan komposisi sahamnya dimiliki oleh PT Jasa Marga, PT Astratel Nusantara dan PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah. Tol Semarang-Solo ditargetkan dapat beroperasi penuh pada akhir 2018. (bir)