Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan pemerintah masih mengantisipasi kenaikan pelanggan golongan listrik 450 Volt-Ampere (VA) tahun ini. Golongan pelanggan tersebut masih disubsidi oleh pemerintah.
Ia mengatakan pengguna listrik 450 VA berpotensi meningkat 1 juta pelanggan, sehingga jumlah penerima subsidi listrik 450 VA bertambah menjadi 24,1 juta rumah tangga dari sebelumnya 23,1 juta rumah tangga. Namun, ia masih belum bisa memastikan tambahan anggaran subsidi tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu Askolani menambahkan, subsidi ini hanya diperuntukkan bagi golongan 450 VA saja. Artinya, pemerintah belum menggodok rencana perubahan subsidi bagi golongan listrik 900 VA yang masih bersubsidi.
Di samping memberikan kenaikan subsidi bagi PLN, pemerintah juga gigit jari lantaran penerimaan negara bukan pajak (PNBP) berkurang mengingat PLN kini bisa membeli batu bara bagi pembangkit dengan harga batas atas US$70 per metrik ton. Dengan asumsi kebutuhan batu bara PLN sebesar 86 juta ton per tahun, ia menaksir PNBP dari batu bara bisa susut hingga Rp5 triliun.
Namun, penurunan PNBP ini diharapkan bisa dikompensasi dengan PNBP dari ekspor batu bara mengingat kebutuhan batu bara bagi pembangkit hanya 21,5 persen dari produksi batu bara nasional sebesar 400 juta ton.
"Meski ada lost akibat kebijakan DMO batu bara, namun kami masih estimasi PNBP batu bara lebih tinggi lagi," ucap Askolani. (lav)