KPPU: Suplai Aman, Harga Daging Ayam Tak Naik Jelang Ramadan

Galih Gumelar, CNN Indonesia | Rabu, 14/03/2018 20:10 WIB
KPPU: Suplai Aman, Harga Daging Ayam Tak Naik Jelang Ramadan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menilai harga daging ayam ras seharusnya tidak melonjak tajam menjelang bulan Ramadan. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menilai harga daging ayam ras seharusnya tidak melonjak tajam menjelang bulan Ramadan dan hari raya Idul Fitri, karena suplai ayam diprediksi akan melimpah.

Berdasarkan data Kementerian Pertanian, kebutuhan ayam ras Januari hingga Maret 2018 tercatat 753.109 ton yang bisa dipenuhi dengan produksi dalam negeri sebesar 881.067 ton, sehingga ada surplus sebesar 127.958 ton di masa-masa tersebut. Sementara itu, bulan Mei nanti surplus ayam ras secara kumulatif bisa mencapai 216.191 ton.

Berdasarkan data tersebut, Wakil Ketua KPPU Kamser Lumbanradja mengatakan instansinya akan mengawasi secara ketat harga daging ayam ras di pasar. Sehingga, jika harga ayam melonjak drastis di pasar, KPPU bisa menganalisis praktik persaingan usaha tidak sehat dengan mudah.



Berdasarkan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional per 14 Maret 2018, saat ini rata-rata harga ayam ras segar tercatat Rp31.650 per kilogram (kg).

"Kalau melihat data yang disampaikan Kementan, maka kami harapkan harga ayam tidak mengalami lonjakan. Tapi karena itu, justru pengawasan kami semakin berat, harus memastikan tidak ada spekulan yang bermain," ujar Kamser di KPPU, Rabu (14/3).

Ia melanjutkan, KPPU tak memiliki batas tertentu terkait harga yang wajar. Menurut dia, harga wajar tentu harus dianalisis dari biaya produksi dan distribusi serta struktur pasarnya.

Namun, jika memang ada keluhan dari masyarakat terkait harga ayam ras, baru KPPU akan melakukan tindak lanjut.

"Ukuran harga wajar atau tidak ini juga adalah diangap oleh konsumen. KPPU tidak pernah mematok berapa harga wajar dari suatu komoditas, karena struktur harga itu kan perlu dianalisis," ungkap dia.


Ia berharap tren kenaikan harga pangan menjelang hari raya tidak terjadi lagi mengingat negara-negara maju tidak pernah mengalami hal demikian. Dengan pendataan yang mumpuni, ia yakin pemerintah bisa merumuskan kebijakan untuk menstabilkan harga pangan jelang bulan Ramadan.

Berdasarkan pengalaman Focus Group Discussion yang diselenggarakan oleh KPPU dengan pelaku usaha ayam ras dan pemerintah, masing-masing pihak bahkan punya persepsi yang berbeda-beda terkait makna tingkat konsumsi ayam.

"Ada satu yang mengatakan bahwa tingkat konsumsi ini karkas, ada juga yang berdasarkan berapa kg ayam karkas yang sudah dipotong. Tingkat konsumsi saja belum sepakat, padahal angka (konsumsi) yang dibutuhkan persis bisa membuat harga pangan terencana dengan baik," pungkas dia. (lav/bir)