Kementan Klaim Impor Daging Kerbau Demi Stabilkan Harga

SAH, CNN Indonesia | Rabu, 14/03/2018 11:04 WIB
Kementan Klaim Impor Daging Kerbau Demi Stabilkan Harga Pemerintah menjelaskan impor daging kerbau sebanyak 100 ribu ton dibutuhkan guna menjaga harga daging di pasar menjelang bulan puasa dan lebaran 2018. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah menjelaskan impor daging kerbau sebanyak 100 ribu ton dibutuhkan guna menjaga harga daging di pasar menjelang bulan puasa dan lebaran 2018. Daging kerbau ini akan diimpor dari India melalui Perum Badan Urusan Logistik (Bulog).

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian I Ketut Diarmita menjelaskan, dengan adanya impor tersebut, harga daging kerbau menjelang lebaran dapat berada di bawa Rp80 ribu per kilogram, sedangkan daging sapi akan berada di kisaran Rp102 ribu hingga Rp105 ribu per kilogram.

"Mudah-mudahan harga bisa turun, tujuan kami untuk mengintervensi harga supaya harga tertekan," kata Ketut di Gedung Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Selasa (13/3).



Ketut menjelaskan bahwa wilayah Jakarta Bogor Depok Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) akan menjadi daerah prioritas untuk distribusi daging kerbau impor ini. Namun, bukan tidak mungkin daging kerbau tersebut didistribusikan ke daerah lain di luar Jabodetabek.

"Kami ingin mengintervensi jabodetabek. Tapi kalau ada provinsi yang membutuhkan silakan. Artinya jika ada daerah yang merasa minta saja, nanti dikasih," katanya.

Ia pun menjamin daging kerbau impor asal india tersebut terbebas dari penyakit. Hal itu karena daging kerbau tersebut diimpor tanpa tulang (boneless) sehingga dijamin terbebas dari penyakit kuku.

"Itu kan daging kerbau yang diimpor Bulog dari India, tanpa tulang. Daging tanpa tulang, boneless, kemudian diangkut dengan dingin minimal minus 18 derajat celsius," katanya.


Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti menjelaskan bahwa impor daging kerbau dari India akan dilakukan secara bertahap.Namun, ia belum memastikan kapan daging tersebut akan tiba di Indonesia.

"Pengiriman tahap pertama akan dikirim 20 ribu ton dari India," kata Djarot.

Sementara itu, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyebut bahwa pemerintah siap menambah impor, jika masih dibutuhkan.

"Impor daging kerbau 100 ribu ton. Kalau kurang, akan ditambah lagi," pungkasnya. (agi/agi)