Transaksi Dagang RI-Selandia Baru Ditargetkan Rp40 Triliun

Christine Novita Nababan, CNN Indonesia | Minggu, 18/03/2018 03:25 WIB
Transaksi Dagang RI-Selandia Baru Ditargetkan Rp40 Triliun Pemerintah menargetkan peningkatan transaksi dagang antara Indonesia dengan Selandia Baru mencapai Rp40 triliun pada 2024 mendatang. (CNN Indonesia/Djonet Sugiarto).
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah menargetkan peningkatan transaksi dagang antara Indonesia dengan Selandia Baru mencapai Rp40 triliun atau senilai US$2,9 miliar pada 2024 mendatang.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Arlinda menyebutkan bahwa total ekspor Indonesia ke Selandia Baru sebesar US$437,8 juta atau 1,09 persen dari total perdagangan Selandia Baru dengan dunia yang mencapai US$40,1 miliar.

"Kami optimistis, target perdagangan kedua negara sebesar Rp40 triliun dapat tercapai. Hal itu akan didukung pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,05 persen dan Selandia Baru sebesar tiga persen pada 2017," ujarnya, mengutip Antara, Sabtu (17/3).



Sementara, total ekspor Selandia Baru ke Indonesia pada 2017 sebesar US$751,1 juta atau baru 0,47 persen dari total impor Indonesia dari dunia yang sebesar US$156,9 miliar.

Selama periode 2012-2016, tren ekspor nonmigas Indonesia ke Selandia Baru menurun 1,62 persen dari US$366 juta pada 2012 menjadi US$357,5 juta pada 2016 lalu.

Namun, ekspor 2017 tumbuh 15,32 persen dibanding tahun sebelumnya, dan mengerek nilai ekspor ke US$412,4 juta pada 2017. Lima besar produk ekspor Indonesia ke Selandia Baru adalah palm nut or kernel oilcake, kayu untuk furnitur, batu bara, dan tisu wajah.


Dalam upaya meningkatkan akses pasar produk Indonesia, pemerintah mempromosikan berbagai produk unggulan. Beberapa produk unggulan yang diboyong ke Selandia Baru tersebut, antara lain kopi, minyak kelapa sawit, energi terbarukan, dan jasa tenaga kerja Indonesia.

Promosi dalam Forum Bisnis tersebut dilakukan pada forum bisnis Indonesia-Selandia Baru di Auckland, Selandia Baru, dan merupakan rangkaian dari program Misi Dagang. Forum bisnis tersebut merupakan yang pertama kali dan dihadiri sekitar 100 pelaku usaha Indonesia dan calon pembeli dari Selandia Baru.

Duta Besar Indonesia untuk Selandia Baru Tantowi Yahya mengatakan forum bisnis yang mempertemukan pelaku usaha Indonesia dan Selandia Baru tersebut baru pertama kali diadakan. Pihaknya antusias untuk menjajakan kerja sama antara kedua negara.


"Peserta hari ini adalah saksi sejarah. Karena ini adalah forum bisnis yang pertama kali diadakan selama 60 tahun persahabatan Indonesia dan Selandia baru," kata Tantowi.

Sementara itu, untuk kinerja impor nonmigas Indonesia dari Selandia Baru periode 2012-2016 juga turun dengan tren 3,35 persen dari US$696,2 juta pada 2012 menjadi US$660,9 juta pada 2016.

Kinerja tersebut meningkat pada 2017 dengan nilai US$751,2 juta atau meningkat 13,66 persen dibanding tahun sebelumnya. Lima produk yang paling banyak diimpor Indonesia dari Selandia baru adalah produk susu, mentega, daging, keju, dan kayu. (Antara/bir)