Namun, Direktur Utama BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan tdak seluruh biaya isi ulang akan masuk ke kantong perusahaan. Perusahaan hanya mematok separuhnya atau Rp500 untuk setiap transaksi sebagai biaya administrasi.
Artinya, sebesar Rp500 sisanya akan masuk kantong PT Aplikasi Karya Anak Bangsa yang merupakan induk penyelenggara fasiltas dompet elektronik Gopay di aplikasi Gojek Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Isi Ulang Gopay Kena Biaya Transaksi Rp1.000 |
"Nanti pendapatan Rp500 untuk Gojek dan Rp500 untuk BCA," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Selasa (20/3).
Kendati begitu, Jahja enggan memberi estimasi berapa banyak pendapatan non bunga (fee based income) yang bisa didapat BCA dari pengenaan biaya top up saldo Gopay tersebut.
"Semua untuk bank. Pengenaan (biaya) top up saldo Gopay sebesar Rp1.000 per transaksi dimulai per 30 April 2018," kata Pemimpin Divisi Elektronik Banking BNI Anang.
Namun, seperti halnya Jahja, ia belum bisa memberi estimasi berapa pendapatan yang bisa masuk kantong BNI dari total seluruh transaksi isi saldo Gopay melalui ATM BNI.
Hanya saja, sebagai gambaran, Anang bilang, rata-rata transaksi pengisian saldo Gopay mencapa 220 ribu transaksi per bulan di BNI. (bir)