Perbankan Kantongi Biaya Isi ulang Gopay

Yuli Yanna Fauzie, CNN Indonesia | Selasa, 20/03/2018 17:03 WIB
Perbankan Kantongi Biaya Isi ulang Gopay BCA mengaku mengantongi separuh biaya atau Rp500 per transaksi, sedangkan BNI mengantongi seluruh biaya isi ulang yang sebesar Rp1.000 per transaksi. (Ilustrasi/CNN Indonesia/Bisma Septalisma).
Jakarta, CNN Indonesia -- Industri bank umum akan mengantongi biaya isi ulang Gopay, layanan sistem pembayaran milik Gojek, sebesar Rp1.000 per transaksi. Pengenaan biaya ini akan dimulai pada 30 April untuk isi ulang melalui tujuh bank besar, yaitu Bank Mandiri, BRI, BNI, BTN, BCA, Bank CIMB Niaga, dan Bank Permata.

Namun, Direktur Utama BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan tdak seluruh biaya isi ulang akan masuk ke kantong perusahaan. Perusahaan hanya mematok separuhnya atau Rp500 untuk setiap transaksi sebagai biaya administrasi.

Artinya, sebesar Rp500 sisanya akan masuk kantong PT Aplikasi Karya Anak Bangsa yang merupakan induk penyelenggara fasiltas dompet elektronik Gopay di aplikasi Gojek Indonesia.



"Nanti pendapatan Rp500 untuk Gojek dan Rp500 untuk BCA," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Selasa (20/3).

Kendati begitu, Jahja enggan memberi estimasi berapa banyak pendapatan non bunga (fee based income) yang bisa didapat BCA dari pengenaan biaya top up saldo Gopay tersebut.

Sementara, BNI mengaku melahap seluruh biaya isi ulang saldo Gopay yang melakukan transfer dari mesin ATM bank pelat merah itu.


"Semua untuk bank. Pengenaan (biaya) top up saldo Gopay sebesar Rp1.000 per transaksi dimulai per 30 April 2018," kata Pemimpin Divisi Elektronik Banking BNI Anang.

Namun, seperti halnya Jahja, ia belum bisa memberi estimasi berapa pendapatan yang bisa masuk kantong BNI dari total seluruh transaksi isi saldo Gopay melalui ATM BNI.

Hanya saja, sebagai gambaran, Anang bilang, rata-rata transaksi pengisian saldo Gopay mencapa 220 ribu transaksi per bulan di BNI. (bir)