China juga akan memiliki ruang untuk merespons tindakan Trump, yang diharapkan banyak pihak bakal mengurangi risiko pembalasan secara dramatis oleh Beijing.
"Kami telah berbicara dengan China dan kami berada di tengah negosiasi," ujar Trump, dikutip dari Reuters.
Tekanan pada tarif, serta kemungkinan pembatasan investasi di China berawal dari penyelidikan perwakilan perdagangan AS atas dugaan penyelewengan kekayaan intelektual AS oleh Beijing.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Washington juga akan mengejar dugaan pelanggaran intelektual tersebut melalui Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO).
Trump pada awal bulan ini telah mengumumkan kenaikan tarif bagi impor baja dan alumunium ke Amerika Serikat. Langkah ini dilakukan sebagai tindakan untuk menghadapi defisit perdagangan barang AS terhadap negara tersebut yang mencapai US$375 miliar.
Akibat pengumuman tersebut, indeks saham global ditutup anjlok akibat adanya kekhawatiran terjadinya perang dagang global.
Sementara itu, China menyatakan sangat kecewa dengan keputusan Trump memberikan sanksi perdagangan terhadap Beijing dan tak akan mundur dalam menghadapi perang dagang dengan Amerika Serikat.
"Jika perang dagang diprakarsai oleh AS, China akan berjuang sampai akhir untuk membela kepentingannya sendiri dengan semua tindakan yang diperlukan," kata kedutaan besar China di Washington dalam sebuah pernyataan.