Pertamina 'Tak Sengaja' Pangkas Premium di Jabodetabek

Yuli Yanna Fauzie, CNN Indonesia | Senin, 26/03/2018 14:48 WIB
Pertamina 'Tak Sengaja' Pangkas Premium di Jabodetabek Pertamina mengaku telah melaksanakan penjualan Premium sesuai penugasan pemerintah, meski masyarakat mengeluhkan adanya kelangkaan di Jabodetabek. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Pertamina (Persero) menyatakan telah melaksanakan penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) Premium sesuai penugasan pemerintah. Kendati demikian, masih ada keluhan kelangkaan BBM jenis tersebut dari masyarakat untuk SPBU di sekitar Jabodetabek.

Vice Presiden Coorporate Communication Pertamina Adiatma Sardjito mengatakan bahwa perusahaan pelat merah itu tak sengaja mengurangi pasokan Premium di Jabodetabek. Pasalnya, aturan dari pemerintah sebenarnya tak mengharuskan Pertamina menjual Premium di Jabodetabek.

"Tidak (kurangi jual Premium). Kami sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) saja. Kalau di Jakarta, Jawa, Bali, itu kami lihat Perpres memang tidak ada keharusan Pertamina untuk menjual Premium," ujar Adiatma di Kementerian ESDM, Senin (26/3).



Dengan begitu, penjualan Premium di Jawa dan Bali masuk ke jenis bahan bakar umum, sehingga porsi yang dipasarkan disesuai dengan target yang telah dipetakan oleh perusahaan.

Hal ini, menurut dia, berbeda dengan daerah di luar Jawa dan Bali. Untuk wilayah tersebut, Pertamina masih ditugaskan oleh pemerintah untuk menjual Premium, sehingga porsinya masih cukup besar untuk di luar Jawa dan Bali. "Iya masih jual," imbuhnya.

Masyarakat sebelumnya mengeluhkan kelangkaan Premium di wilayah Jabodetabek. Keluhan semakin meningkat setelah Pertamina mengumumkan kenaikan harga BBM jenis Pertalite sebesar Rp200 per liter. Hal ini membuat harga BBM RON 90 itu sekitar Rp7.800 per liter di Jakarta.


Menanggapi hal ini, Adiatma bilang, Pertamina sebagai perusahaan pelat merah hanya menjalankan tugas sesuai penugasan dari pemerintah. Namun, hal tersebut, menurut dia juga harus memperhitungkan daya jangkau masyarakat terhadap harga BBM.

"Tapi ini pertanyaannya bukan ke Pertamina, karena kami pelaksana aturan. Ya tapi kan ini sasarannya ke kualitas bahan bakar (yang lebih baik)," pungkasnya. (agi)