Premium Langka Demi Udara Segar Jelang Asian Games

Yuli Yanna Fauzie, CNN Indonesia | Senin, 26/03/2018 16:09 WIB
Premium Langka Demi Udara Segar Jelang Asian Games Pasokan BBM jenis Premium langka karena untuk menjaga kualitas udara, seiring menyambut perhelatan Asian Games dan IMF-WB 2018. (CNN Indonesia/Rayhand Purnama Karim JP).
Jakarta, CNN Indonesia -- Salah satu penyebab pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium langka adalah untuk menjaga kualitas udara, seiring menyambut perhelatan kompetisi olahraga Asian Games dan Annual Meeting International Monetary Fund-World Bank (AN IMF-WB) 2018.

Hal itu disampaikan Vice Presiden Coorporate Communication PT Pertamina (Persero) Adiatma Sardjito menanggapi banyaknya keluhan dari masyarakat atas terjadinya kelangkaan BBM jenis Premium di Ibukota.

Menurut dia, bersamaan dengan kedua hajatan besar itu, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar memperhatikan penggunaan BBM demi menjaga dampak kualitas udara di Indonesia selama kedua acara itu berlangsung.



Pasalnya, berdasarkan pemantauan KLHK, saat ini kualitas udara di Jakarta sekitar 35 ug/m3 dan Palembang sekitar 12 ug/m3. Sedangkan berdasarkan standar kualitas udara dari Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/ WHO), setidaknya harus berada di 25 ug/m3. Hal itu menunjukkan ukuran baku mutu udara.

Dengan pertimbangan itu, pemerintah kemudian memberi arahan untuk mengurangi penggunaan Premium jelang perhelatan Asian Games dan AN IMF-WB 2018, khususnya di kota-kota penyelenggaraan acara.

Seperti diketahui, Asian Games 2018 akan diadakan di Jakarta, Bandung, dan Palembang pada Agustus 2018. Sedangkan AN IMF-WB 2018 akan digelar di Bali pada Oktober 2018.

"Ini untuk Asian Games dan IMF saja tidak bolehnya (menjual Premium), karena Premium itu merusak kesehatan dan lingkungan. Makanya kami tidak boleh jual yang jelek-jelek itu (dampaknya ke lingkungan)," ujar Adiatma di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Senin (26/3).

Adiatma mengatakan dengan adanya aturan itu, maka perusahaan migas nasional itu telah mengurangi pasokan penjualan Premium sejak bulan lalu. Di saat bersamaan, perusahaan meningkatkan porsi penjualan BBM RON 90 atau Pertalite, RON 92 atau Pertamax, hingga RON 95 atau Pertamax Plus yang cocok untuk standar emisi Euro 4.


"Makanya sekarang kami lagi mendorong untuk penggunaan BBM yang beroktan tinggi, dalam kaitan untuk menggunakan yang lebih tinggi, bahkan Euro 4," terangnya.

Kendati begitu, hal ini sebenarnya bertabrakan dengan aturan lain dari pemerintah, di mana Pertamina masih ditugaskan menjual Premium di daerah luar Jawa dan Bali. Artinya, seharusnya Palembang masih bisa mendapat pasokan Premium, meski ada aturan dari KLHK.

"Ya kami lihatnya begini, aturan ini yang buat hanya pemerintah, Pertamina buat road map (peta jalan) juga atas aturan dari pemerintah. Tidak boleh jual non Euro, itu juga aturan pemerintah, jadi kami comply dengan aturan pemerintah saja," jawabnya.

Sebelumnya, masyarakat mengeluhkan kelangkaan Premium. Bahkan, keluhan semakin meningkat setelah Pertamina mengumumkan kenaikan harga BBM jenis Pertalite sebesar Rp200 per liter. Hal ini membuat harga BBM RON 90 itu sekitar Rp7.800 per liter di Jakarta.

(lav/bir)