Lelang Paket Pekerjaan Kementerian PUPR Baru 60,9 Persen

SAH, CNN Indonesia | Senin, 26/03/2018 18:48 WIB
Lelang Paket Pekerjaan Kementerian PUPR Baru 60,9 Persen Kementerian PUPR menyebut lelang paket pekerjaan dari kementeriannya baru rampung sebanyak 5.940 paket atau 60,9 persen dari total 9.740 paket. (Ilustrasi/ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyebutkan lelang paket pekerjaan dari kementeriannya baru rampung sebanyak 5.940 paket pekerjaan atau 60,9 persen dari total 9.740 paket pekerjaan.

Sekretaris Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Anita Firmanti mengatakan nilai 5.940 paket pekerjaan tersebut mencapai Rp39 triliun. Sementara, total nilai 9.740 paket pekerjaan yang ditargetkan Kementerian PUPR tembus Rp82 triliun.

Dari total 5.940 paket pekerjaan yang sudah dilelang, sebanyak 2.687 paket pekerjaan dengan nilai Rp15,5 triliun sudah memasuki tahap kontrak.



Sedangkan, Kementerian PUPR menargetkan lelang tersebut dapat selesai pada akhir Maret atau awal April 2018 mendatang.

"Prinsipnya, kami terus kerja keras agar semua pekerjaan pelelangan sudah selesai hingga pengumuman pada Maret atau April tahun ini," imbuh Anita di Gedung Kementeriaan PUPR, Jakarta, Senin (26/3).

Hanya saja, Anita berujar, tidak menutup kemungkinan ada proyek atau pekerjaan yang baru dimulai atau dibuka pelelangannya setelah April mendatang. Biasanya pekerjaan yang baru dibuka pelelangannya setelah April tersebut adalah pekerjaan rutin seperti perbaikan jalan.


"Tetapi juga ada pekerjaan yang memang baru dimulai atau dibuka pelelangannya di bulan berikutnya biasanya yang menyangkut pekerjaan rutin," imbuhnya.

Selain itu, Kementerian PUPR menargetkan serapan anggaran sebesar 95 persen dari total alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp106,9 triliun pada tahun ini. Angka tersebut lebih tinggi dari realisasi tahun lalu yang sebesar 93 persen.

Anita menambahkan sampai saat ini Kementerian PUPR baru menyerap 11,1 persen untuk serapan fisik dan sembilan persen untuk serapan keuangan.


"Kami berusaha semua pekerjaan selesai semua. Akhir tahun depan kan sudah akhir dari era 2015-2019 kami harus kerja keras agar semua itu selesai. Kami sudah tidak bisa punya pekerjaan yang masih baru di tahun 2019," pungkasnya. (bir)