Sebelumnya, Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 21-22 Maret lalu memutuskan untuk kembali mempertahankan suku bunga acuannya di level 4,25 persen, meskipun bank sentral AS, The Federal Reserves (The Fed), mengerek suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin.
Kepala Ekonom Bank Dunia untuk Indonesia Frederico Gil Sander menilai pemangkasan suku bunga yang telah dilakukan sejak 2016 telah memberikan ruang bagi bank sentral untuk tetap mempertahankan suku bunganya saat ini. Selain itu, persepsi investor terhadap perekonomian Indonesia juga membaik karena perbaikan stabilitas makroekonomi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Sandet, dengan kenaikan suku bunga AS, bank sentral bisa fokus mendorong transmisi penurunan suku bunga acuan tahun lalu ke suku bunga pinjaman di pasar. Dengan demikian, pertumbuhan permintaan kredit dari masyarakat yang masih tertahan di level satu digit bisa meningkat.
Karenanya, Indonesia dinilai perlu terus mempertahankan fundamental ekonomi sembari meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat. (agi)