'Presiden Terjebak Macet jadi Bukti Indonesia Negara Besar'

Christie Stefanie, CNN Indonesia | Rabu, 28/03/2018 12:08 WIB
'Presiden Terjebak Macet jadi Bukti Indonesia Negara Besar' Wakil Presiden Jusuf Kalla menggantikan Presiden Joko Widodo membuka rapat rencana kerja pemerintah. Menurut dia, Jokowi berhalangan karena terjebak kemacetan. (REUTERS/Beawiharta).
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menggantikan Presiden Joko Widodo membuka rapat rencana kerja pemerintah (RKP) di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran. JK menyatakan Jokowi berhalangan karena terjebak kemacetan lalu lintas.

"Presiden pun bisa kena macet di Jakarta. Pak Presiden minta saya membuka forum ini," ujarnya, Rabu (28/3).


Menurut mantan Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat era presiden ke-5 itu, kemacetan timbul karena banyak orang Indonesia mampu membeli mobil. Hal itu mendorong pemerintah meningkatkan pembangunan infrastruktur.


"Macet tanda kemajuan karena tak ada negara miskin yang macet. Semua orang bisa membeli mobil dan pemerintah harus menambah infrastruktur agar tidak macet," ucapnya diiringi tawa para peserta yang hadir.


Rapat RKP ini rencananya dimulai sekitar pukul 09.00 WIB. Tetapi, JK sendiri tiba di lokasi sekitar pukul 09.17 WIB. Padahal, sekitar 500 bupati dan wali kota telah tiba di lokasi sejak pukul 07.30 WIB.

Beberapa menteri bidang ekonomi dan pejabat yang hadir antara lain Kepala BKPM Thomas Lembong, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menko Perekonomian Darmin Nasution, dan Kepala Staf Presiden Moeldoko.

Dalam rapat kali ini, pemerintah bersama kepala daerah akan membahas percepatan pelaksanaan berusaha di daerah.

Dalam pidatonya, mantan Ketua Umum Partai Golkar itu meminta kepala daerah bisa bekerja sama dengan pemerintah pusat, swasta dalam negeri, bahkan swasta luar negeri untuk meningkatkan investasi. Dengan demikian, ekonomi Indonesia mampu mencapai pertumbuhan hingga enam persen.

(lav/bir)