ICW: Negara Hilang Penerimaan Rp225 M di Lelang Gula Rafinasi

CTR, CNN Indonesia | Kamis, 29/03/2018 04:57 WIB
ICW: Negara Hilang Penerimaan Rp225 M di Lelang Gula Rafinasi ICW memperkirakan, penerimaan negara berpotensi hilang sebesar Rp225 miliar akibat penyalahgunaan wewenang dalam lelang gula rafinasi di Kementerian Perdagangan. (CNNIndonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Indonesian Corruption Watch (ICW) menduga ada penyalahgunaan wewenang dalam lelang gula rafinasi di Kementerian Perdagangan. Akibatnya, ICW memperkirakan, adanya kehilangan penerimaan negara sebesar Rp225 miliar.

Adapun dalam proses lelang impor gula rafinasi, PT Pasar Komoditas Jakarta (PKJ) menjadi perusahaan pemenang.

"Penyelenggara lelang dapat memperoleh penerimaan sebesar Rp225 miliar. Penerimaan itu belum termasuk biaya lainnya," kata peneliti ICW, Egi Primayogha di Kantor ICW Jakarta, Rabu (28/3).



Hitung-hitungan itu didapat ICW dari rencana pemerintah yang mengimpor gula sebanyak 3,5-4 juta ton. ICW mengambil angka terendah, yakni 3 juta ton.

"Informasi yang ada di media massa biaya transaksi Rp50 ribu hingga Rp150 ribu bagi pembeli dan Rp150 ribu bagi penjual. Informasi yang lain menyebut biaya transaksi mencapai Rp85 ribu," ungkap Egi.

Dengan begitu kebutuhan gula rafinasi sekitar 3 juta ton dikali dengan biaya transaksi sebesar Rp85 ribu per ton menghasilkan pundi pundi sekitar Rp225 miliar bagi PT PKJ.

"Satu pun dari uang ini tidak ada yang masuk ke negara, semua diperoleh swasta," tegas Egi.


Biaya ini belum termasuk biaya keanggotaan, biaya kepesertaan dan lain-lain. Hal ini menunjukkan tidak adanya kontrak yang jelas antara Kementerian Perdagangan dengan PT PKJ.

Padahal, Perpres nomor 4 tahun 2015 mengatur harus adanya kontrak tertulis antara pemenang lelang dengan Kementerian Perdagangan.  "Sehingga potensi penerimaan negara yang didapat melalui pasar lelang komoditas tidak serta merta berpindah ke PT PKJ," tegas dia.

Untuk itu, ICW merekomendasikan Polisi, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk melakukan penyelidikan atas kasus tersebut. "Kami mendesak aparat penegaknhukum agar segera melakukan penyelidikan atas penyelenggaraan pasar lelang gula rafinasi," tutup dia. (agi/agi)