Eropa Cuma Hapus Anti Dumping Empat Perusahaan Biodiesel

SAH, CNN Indonesia | Kamis, 22/03/2018 16:56 WIB
Eropa Cuma Hapus Anti Dumping Empat Perusahaan Biodiesel Empat dari lima perusahaan nasional mengantongi penghapusan Bea Masuk Anti Dumping (BMAD) dari Uni Eropa untuk produk biodiesel. (Reutes/Beawiharta).
Jakarta, CNN Indonesia -- Empat dari lima perusahaan nasional mengantongi penghapusan Bea Masuk Anti Dumping (BMAD) dari Uni eropa untuk produk biodiesel. Hal ini lantaran Uni Eropa mengurungkan niatnya mengajukan banding.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan empat perusahaan produsen biodiesel tersebut sudah bebas BMAD ke Uni Eropa sejak 16 Maret 2018.

Sementara, kata Oke, satu perusahaan lagi masih menunggu keputusan definitif dari Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO) terkakt BMAD ini.



Sebelumnya, Uni Eropa mengenakan BMAD terhadap produk biodiesel Indonesia dengan margin dumping sebesar 8,8 persen hingga 23,3 persen sejak 19 November 2013 silam.

BMAD yang telah dibayarkan oleh perusahaan produsen biodiesel yang mengekspor produknya ke Uni Eropa selama kurang lebih empat tahun tersebut kemungkinan akan dikembalikan. Namun, ia belum bisa memastikan kemungkinan pengembalian tersebut.

"Keputusannya, kalau tidak salah ada pengembalian, tapi saya tidak tahu, saya tidak ikutan itu. Tanyakan ke mereka (produsen) bukan ke saya," ujarnya, Kamis (22/3).


Dengan hasil keputusan tersebut bisa dipastikan nilai ekspor produk biodiesel ke Uni Eropa akan naik pada April 2018 mendatang. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada periode 2013-2016 ekspor biodiesel Indonesia ke Uni Eropa terus merosot dari US$649 juta di 2013 menjadi US$150 juta di 2016.

Nilai ekspor biodiesel Indonesia terendah terjadi pada 2015, yaitu hanya US$68 juta. Padahal, sebelum pengenaan BMAD, ekspor biodiesel Indonesia ke Uni Eropa sempat tembus US$1,4 miliar pada 2011.

Kendati demikian, Indonesia masih terkendala masalah pelarangan Uni Eropa untuk produk biodiesel dari kelapa sawit pada 2021 mendatang.


"Iya tinggal ketentuan tentang parlemen Eropa soal biodiesel. Jadi, kalau bebas BMAD kan waktunya pendek dua atau tahun tiga tahun (sampai 2021) itu. Kalau jadi dilarang ya ekspornya terkendala lagi dengan itu," terang Oke.

Sebelumnya, Pemerintah dan sejumlah pelaku usaha industri biodiesel Indonesia memenangkan gugatan tingkat banding di Mahkamah Uni Eropa dalam BMAD. Sebagai konsekuensi kekalahan, Uni Eropa harus menghapus pengenaan BMAD untuk produk biodiesel Indonesia mulai 16 Maret 2018. (bir)