Pasalnya, sebagian masyarakat menyatakan sudah jarang menggunakan BBM jenis Premium seiring dengan kelangkaan bahan bakar itu beberapa waktu terakhir.
Amri Lukman Rosyadi (28) mengatakan lebih sering menggunakan BBM jenis Pertalite untuk sehari-hari. Tak hanya karena BBM Premium sulit ditemui, ia memandang dampak pemakaian BBM Pertalite lebih bagus dibandingkan dengan Premium.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi kalau dibandingkan tarikan mobil saat mengendarai jauh lebih nyaman jika menggunakan BBM Pertamax, beda kalau menggunakan Premium tidak se-ringan Pertamax," cerita Amri.
"Premium saja sekarang sudah susah dicari, jarang dapat. Sekalinya ada antre panjang sekali. Mau tidak mau selama ini juga sudah gunakan Pertalite," ujar Amira.
Seperti diberitakan sebelumnya, alasan pemerintah atas kewajiban penggunaan BBM dengan kadar oktan 90 ke atas untuk mengurangi emisi timbal (Pb) yang mengganggu kesehatan.
"Jadi sama saja sebenarnya, kayaknya tidak akan terlalu memengaruhi kesehatan lingkungan juga," kata Amira.
Sementara itu, Fetry Wuryasti (28) menyatakan lebih suka membeli BBM Pertamax karena kualitasnya yang jauh lebih tinggi dibandingkan Premium dan Pertalite. Menurutnya, harga yang mahal sudah pasti menjadi konsekuensi yang harus diterima oleh masyarakat yang membeli mobil pribadi.
"Jadi mau bagaimana aturan pemerintah, melihatnya bukan setuju tidak setuju tapi kalau sudah punya mobil agar mesinnya bagus jadi gunakan Pertamax," tutur Fetry.
Lihat juga:SPBU Ungkap Alasan Kelangkaan Premium |
"Tapi sebenarnya pakai mobil hanya untuk antar orang tua. Untuk kerja biasanya naik kendaraan umum. Biasanya sekali isi bensin Rp200.000 dan bisa untuk beberapa hari," pungkas Fetry.
Diketahuhui, Premium merupakan jenis BBM yang diproduksi PT Pertamina (Persero) yang memiliki kadar oktan di bawah 90. Sementara, untuk BBM produksi Pertamina dengan kadar oktan sebesar 90 atau lebih, di antaranya Pertalite dengan RON 90, Pertamax dengan RON 92, Pertamax Plus dengan RON 95, dan Pertamax Turbo dengan RON 98. (age/asa)