Kemenkeu Kaji Tambahan Anggaran Asian Games 2018 Rp1,1 T

Safyra Primadhyta, CNN Indonesia | Kamis, 05/04/2018 19:32 WIB
Kemenkeu Kaji Tambahan Anggaran Asian Games 2018 Rp1,1 T Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tengah mengkaji usulan tambahan anggaran penyelenggaraan Asian Games 2018 sebesar Rp1,1 triliun.

Usulan yang diajukan oleh Indonesia Asian Games 2018 Organizing Commitee (Inasgoc) tersebut bertambah dari nominal anggaran yang telah disetujui pemerintah untuk tahun ini sebesar Rp1,75 triliun.

"Dia (Inasgoc) mengusulkan untuk ada tambahan, tetapi masih dalam proses karena kami harus melihat kelayakannya," ujar Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu Askolani usai menghadiri Rapat Koordinasi di kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kamis (5/4).


Jika disetujui, menurut Askolani, penambahan anggaran tersebut akan menggunakan dana cadangan apabila dari pos belanja Bendahara Umum Negara (BUN). Artinya, pemerintah tak perlu mengajukan revisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018.


"Dana cadangan digunakan untuk sesuatu yang mendesak," ujarnya.

Tahun lalu, Inasgoc telah mencairkan sekitar Rp1,8 triliun untuk persiapan Asean Games.

Secara terpisah, Ketua Inasgoc Erick Thohir merinci, anggaran awal untuk penyelenggaraan pesta olah raga tingkat Asia itu mencapai Rp8,7 triliun, tanpa pajak.

Saat ini, dana yang sudah ada Rp6,6 triliun, termasuk pajak Rp1 triliun, dan penemerimaan dari sponsor tunai sebesar Rp800 miliar.

"Angka ini tidak jauh dari yang diinginkan pemerintah yaitu sebesar Rp4,6 triliun hingga Rp4,8 triliun," ujarnya.


Nantinya, dana tersebut akan digunakan untuk fasilitas penunjang di venue acara seperti rumah sakit sementara, peralatan pertandingan, tenda, dan area VIP. Selain itu, dana juga akan digunakan untuk kegiatan pembukaan dan penutupan acara serta penunjang siaran.

"Anggaran ini merupakan sambungan dari yang sudah kami usulkan di tahun sebelumnya yang ada anggaran multiyears untuk 2017-2018," ujarnya.

Direktur Bina Penataan Bangunan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Iwan Suprijanto menambahkan saat ini pembangunan seluruh tempat kompetisi olahraga maupun tempat penunjang hampir 90 persen.

Beberapa tempat yang masih dibangun, di antaranya lapangan squash, penyempurnaan wisma atlet, dan tempat parkir di Gelora Bung Karno.

"Kalau melihat kontrak, beberapa venue ada yang rampung Juli, Agustus, tetapi kami percepat semua menjadi 30 Juni 2018," ujarnya.

(lav/lav)