BPH Migas Usul Revisi Kuota Premium 12,6 Juta KL Tahun Ini

Safyra Primadhyta, CNN Indonesia | Selasa, 10/04/2018 05:44 WIB
BPH Migas Usul Revisi Kuota Premium 12,6 Juta KL Tahun Ini BPH Migas mengusulkan kuota penugasan premium PT Pertamina (Persero) untuk wilayah Jawa-Madura-Bali (Jamali) sama dengan realisasi penjualan tahun lalu. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa).
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Pengatur Hilir (BPH) Minyak dan Gas (Migas) mengusulkan kuota penugasan premium PT Pertamina (Persero) untuk wilayah Jawa-Madura-Bali (Jamali) sama dengan realisasi penjualan tahun lalu. Berdasarkan data BPH Migas, realisasi penjualan premium di Jamali pada 2017 mencapai 5,1 juta kiloliter (kl).

"Kalau mengacu penyaluran premium 2017, realisasi Pertamina di Jamali kan cuma 5,1 juta kl. Kuota minimal segitu," ujar Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa di kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Senin (9/4).

Sebelumnya, pemerintah berencana merevisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak (BBM).



Dalam revisi baru, pemerintah bakal menambah wilayah penugasan penyaluran premium dari hanya luar wilayah Jamali menjadi seluruh Indonesia.

Fanshurullah mengungkapkan penetapan perubahan kuota BBM penugasan harus melalui sidang komite. Penyelenggaraan sidang komite baru bisa dilakukan setelah revisi Perpres 191/2014 diundangkan.

"Di dalam sidang komite kami akan rapat (dengan Pertamina). Kami akan memanggil Pertamina untuk memproyeksikan pertumbuhan ekonomi dan kemampuan masyarakat," ujarnya.


Jika usulan BPH Migas disanggupi Pertamina, maka total penugasan premium perseroan tahun ini setidaknya mencapai 12,6 juta kl terdiri dari 7,5 juta kl penugasan premium di luar Jamali dan 5,1 juta kl di Jamali. Adapun, besaran kuota penugasan premium tahun lalu mencapai 12,5 juta kl. (bir)