Ummart, Hasil 'Kawin Campur' Bisnis Ritel dan Pesantren

Yuli Yanna Fauzie, CNN Indonesia | Senin, 09/04/2018 19:24 WIB
Ummart, Hasil 'Kawin Campur' Bisnis Ritel dan Pesantren Aprindo dan Hipmi menggandeng peritel di lingkungan pondok pesantren melahirkan Ummart. Ummart digadang-gadang menjadi toko layaknya ritel modern. (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra).
Jakarta, CNN Indonesia -- Pelaku usaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) melahirkan Ummart, toko ritel hasil kerja sama pengusaha ritel dengan toko di lingkungan pondok pesantren di Indonesia.

Ketua Umum Aprindo Roy Mandey menjelaskan kerja sama ini dilakukan dengan membangun toko ritel bersama, baik berupa toko baru maupun mengembangkan toko yang sudah ada (re-branding) di lingkungan pondok pesantren. Sehingga, sistem perdagangannya lebih modern layaknya toko ritel besar.

Artinya, toko ritel besar yang bermitra dengan toko ritel di lingkungan pondok pesantren akan menjadi mitra dalam memenuhi pasokan barang yang nantinya akan diperjualbelikan oleh Ummart.



"Jadi, sistem yang akan kami support adalah sistem yang sudah baku di ritel. Misalnya, bagaimana barang dikirim, dipesan, di-return (dikembalikan), dan diperjualbelikan. Itu nafas yang sudah ada di perdagangan ritel modern," ujarnya di Kementerian Perdagangan (Kemendag), Senin (9/4).

Tak hanya bekerja sama dari sisi bisnis terkait dengan rantai pasok (supply chain) barang, kerja sama antara pengusaha ritel dengan toko di pondok pesantren juga terfokus pada pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).

Caranya, para pengusaha ritel memberikan edukasi dan pelatihan kepada SDM perdagangan ritel di pondok pesantren agar cakap dalam mengelola toko, sehingga standar pelayanan toko ritel di pesantren bisa seperti para toko ritel besar.

"Sehingga, setiap santri yang akan bantu di ritel modern dapat memiliki standar dan kemampuan yang sama seperti layaknya menjalankan satu ritel modern. Dengan begitu, mereka bisa berlaku layak sebagai profesional," terang dia.


Nah
, sambung Roy, sebagai proyek uji coba (pilot project), akan dibentuk dan diresmikan sebanyak 10 Ummart yang berlokasi di Jawa Timur pada Mei 2018 mendatang. Bahkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan akan meresmikan langsung 10 Ummart itu.

Sementara, para peritel besar yang akan bekerja sama dengan Ummart, antara lain Alfamart, Indomaret, Indogrosir, Transmart, Hypermart, Superindo, dan lainnya.

"Kami akan terus upayakan agar anggota kami lainnya ikut. Karena, ini kesempatan yang bagus untuk bekerja sama dengan ritel lokal dan ritel di pondok pesantren ini bisa menjadi saluran distribusi kami," jelasnya.

Ketua Umum HIPMI Jawa Timur Mufti Aimah Nurul Anam mengungkapkan, kerja sama antara Aprindo-HIPMI dan para pengusaha di lingkungan pondok pesantren tak hanya bermanfaat pada pengembangan lini bisnis masing-masing peritel, namun juga bagi pesantren.


Pasalnya, ini merupakan peluang agar para santri bisa mendapatkan pendidikan wirausaha gratis, sehingga bisa bermunculan para wirausaha muda dari lingkungan pesantren.

"Santri bisa menjadi pengusaha. Saat ini, populasi pesantren di Indonesia ada 30 ribu dengan jumlah santri sekitar 5 juta. Di Jawa Timur sendiri, ada 11.800 pesantren. Jadi, kami ingin menumbuhkan semangat (wirausaha) ini," katanya pada kesempatan yang sama.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengaku mendukung rencana pembentukan Ummart. Kehadiran Ummart menjadi bukti nyata dalam meningkatkan ekonomi di lingkungan pondok pesantren. Hal ini sejalan dengan semangat menciptakan ekonomi berkeadilan yang sering digaungkan oleh Presiden Jokowi.

"Semua ini sebenarnya adalah melaksanakan perintah Presiden kepada kami mengenai ekonomi berkeadilan, meningkatkan ekonomi umat, dan berbagai hal lain yang beliau perintahkan ke saya untuk melaksanakan," pungkasnya. (bir)