Produksi Batu Bara Kuartal I Turun 5,4 Juta Ton Akibat Cuaca

Safyra Primadhyta, CNN Indonesia | Jumat, 13/04/2018 19:20 WIB
Produksi Batu Bara Kuartal I Turun 5,4 Juta Ton Akibat Cuaca Produksi batu bara pada kuartal pertama tahun ini turun dari 74,73 juta ton pada kuartal pertama tahun lalu menjadi 69,33 juta ton akibat cuaca. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat produksi batu bara pada kuartal I 2018 mencapai 69,33 juta ton. Produksi tersebut menurun sekitar 7,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 74,73 juta ton.

"Produksi (batubara) turun mungkin karena cuaca," ujar Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi di Ruang Pers Kementerian ESDM, Jumat (13/4).

Sebagai catatan, aktivitas penambangan batu bara biasanya akan terhambat jika cuaca hujan.



Hingga akhir Maret 2018, lanjut Agung, penyerapan batu bara domestik naik sekitar dua persen dari 21,5 juta ton menjadi 21,94 juta ton. Kenaikan dipicu oleh peningkatan kebutuhan batu bara untuk pembangkit listrik dalam negeri (domestic market obligation/DMO).

Pada periode yang sama, realisasi penyerapan batu bara untuk penenuhan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) mencapai 20,4 juta ton. Selain pembangkit listrik, batu bara di dalam negeri juga digunakan untuk industri lain seperti kereta api, industri pupuk, dan industri pengolahan lain.


Untuk pasar luar negeri, ekspor batu bara merosot sekitar 10 persen dari 55,73 juta ton menjadi 50,78 juta ton. Agung menduga hal itu disebabkan oleh musim dingin yang telah berakhir sehingga menurunkan permintaan dari luar negeri.

Sementara itu, selisih antara produksi dan permintaan kebutuhan batu bara dipenuhi dari sisa stok tahun lalu. (agi/bir)