Aksara Tutup Buku, Kinokuniya 'Pede' Buka Toko Baru di Daerah

Dinda Audriene Mutmainah, CNN Indonesia | Selasa, 17/04/2018 09:03 WIB
Aksara Tutup Buku, Kinokuniya 'Pede' Buka Toko Baru di Daerah Toko Buku Kinokuniya percaya diri untuk membuka jaringan toko baru di daerah, ditengah perlambatan bisnis penjualan buku dan penutupan toko Aksara. (CNN Indonesia/Dinda Audriene).
Jakarta, CNN Indonesia -- Toko buku Kinokuniya percaya diri untuk membuka halaman baru di daerah. Padahal, bisnis penjualan buku disebut-sebut sedang kurang bergairah yang salah satunya terbukti dari penutupan toko buku Aksara di dua pusat perbelanjaan baru-baru ini.

Supervisor Kinokuniya Grand Indonesia Ahmad Fauzi mengatakan peminat Kinokuniya banyak dari luar kota. "Kalau ada tempat bagus, kami mau buka. Tetapi, saat ini belum tahu dimana dan kapan," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Senin (16/4).

Saat ini, gerai Kinokuniya hanya ada di tiga mal di Jakarta, yaitu Pondok Indah Mall 2, Plaza Senayan, dan Grand Indonesia.


Di tengah maraknya penjualan secara daring (online) dan buku elektronik (e-book), Ahmad menyebut Kinokuniya belum sekalipun melakukan penutupan gerai. Manajemen hanya satu kali memindahkan gerai Kinokuniya dari Plaza Indonesia ke Grand Indonesia.

Menurut Ahmad, toko buku yang mengoleksi beragam buku impor dengan berbagai bahasa, seperti Inggris, Jepang, dan China ini sengaja rutin mengadakan acara setiap satu bulan sekali untuk menarik pengunjung.

"Ada promo yang bervariasi setiap bulannya, jadi tidak monoton yang itu-itu saja," tutur Ahmad.


Selain promo, event lainnya yang sering dilakukan, yakni peluncuran buku dan story telling. Umumnya, kegiatan event ini dilakukan di Kinokuniya Plaza Senayan.

"Jadi, kalau sekarang kami masih cukup optimistis meskipun banyak saingan ya di online dan katanya ritel sedang goyang," katanya.

Ahmad menilai peminat buku yang dijual secara konvensional sebenarnya masih cukup banyak. Terbukti pengunjung yang datang cukup ramai dalam beberapa kesempatan. Misalnya, saat liburan sekolah dan akhir pekan.


"Kalau pengunjung masih ramai kok, ya terkadang fluktuatif juga," imbuh dia.

Dengan kata lain, jumlah pengunjung bisa saja turun pada bulan tertentu, namun melonjak pada bulan lainnya. Jumlah pendapatan yang diraup pun sejalan dengan jumlah pengunjung yang datang.

"Karena mereka (pengunjung) pasti beli," tandas Ahmad.


Sayangnya, Ahmad enggan membocorkan jumlah pengunjung dan pendapatan yang diraup Kinokuniya secara umum ataupun di gerai Grand Indonesia.

Seperti diberitakan sebelumnya, salah satu toko yang juga menjual buku impor, Aksara Indonesia kini hanya tersisa di Kemang setelah menutup dua gerainya. Itu masih dalam proses renovasi saat ini. (bir)