Kemenperin Bakal Revitalisasi 7 Ribu Sentra IKM

Agustiyanti, CNN Indonesia | Rabu, 18/04/2018 02:22 WIB
Kemenperin Bakal Revitalisasi 7 Ribu Sentra IKM Guna melakukan revitalisasi sentra Industri Kecil Menengah (IKM), Kementerian Perindustrian akan menggandeng pemerintah daerah. (CNNIndonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Perindustrian berencana merevitalisasi sebanyak tujuh ribu sentra Industri Kecil Menengah (IKM) yang sudah ada di Tanah Air secara bertahap. Revitalisasi sentra IKM tersebut, rencananya akan dilakukan dengan menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK).

"Kami rencananya tidak akan menambah sentra IKM baru, tapi akan merevitalisasi sentra IKM yang ada. Saat ini ada sekitar tujuh ribu sentra di seluruh Indonesia," kata Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih di Jakarta, Selasa.

Gati menjelaskan, pihaknya akan mulai mendata kondisi berbagai sentra IKM tersebut tahun 2019. Pendataan dilakukan untuk mengetahui keberadaan dan kondisi sentra IKM itu sendiri.


"Kami data, apakah sentranya masih ada atau tidak. Kemudian apa yang mereka butuhkan untuk dapat mengembangkan usahanya yang sudah berdiri tersebut. Baru setelah itu, kami melakukan revitalisasi," ujar Gati.


Guna melakukan revitalisasi, pihaknya akan bekerja sama dengan pemerintah daerah dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah untuk pendanaan revitalisasi sentra-sentra itu.

"Nanti anggarannya dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Jadi, apa yang dibutuhkan IKM, kemudian apa yang perlu direvitalisasi itu nanti datanya dari Kemenperin," tukasnya.

Pada tahap awal, pihaknya akan menyasar sektor IKM pangan yang saat ini mendominasi sentra IKM yang ada. Pihaknya, menurut Gati, akan menitikberatkan persoalan pengemasan, di mana hal ini dinilai sangat penting untuk meningkatkan nilai tambah suatu produk makanan.


"Kemasan penting. Orang pertama lihat pasti dari tampilan luarnya, makanya kami beri binaan soal kemasan ini," pungkas Gati.

Gati berharap, program revitalisasi ini bisa berjalan secepatnya dan dapat menjangkau seluruh sentra IKM yang ada.

"Kami ingin semuanya, tapi kami akan prioritaskan di beberapa sektor dulu, salah satunya makanan tadi," katanya. (Antara/agi)