Sepekan Jelang Ramadan, Darmin Gelar Rapat Pantau Harga Beras

Galih Gumelar, CNN Indonesia | Jumat, 20/04/2018 19:18 WIB
Sepekan Jelang Ramadan, Darmin Gelar Rapat Pantau Harga Beras Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution akan menggelar rapat sepekan jelang bulan puasa untuk mengantisipasi harga beras. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan akan segera menggelar rapat seminggu sebelum ibadah bulan Ramadan untuk mengantisipasi harga beras yang hingga saat ini belum menuju Harga Eceran Tertinggi (HET).

Menurut Pusat Infomasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) nasional, saat ini rata-rata harga beras medium tercatat Rp11.700 per kilogram (kg). Sementara itu, Harga Eceran Tertinggi (HET) beras medium berada di angka Rp9.450 hingga Rp10.250 per kg.

"Kami akan segera lakukan rapat koordinasi lagi seminggu sebelum puasa. Sekarang target kami yakni membawa harga beras kembali ke HET yakni Rp9.450 per kg," ujar Darmin ditemui di kantornya, Jumat (20/4).



Meski demikian, saat ini pemerintah masih belum akan melakukan intervensi yang terlalu jauh. Sebab, panen raya yang berlangsung sejak Maret masih akan berlangsung hingga bulan ini.

Adapun, sejauh ini intervensi yang masih dilakukan adalah operasi pasar yang dilaksanakan oleh Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) sebanyak 400 ribu ton sejak Maret lalu. "Saat ini yang dilakukan masih belum banyak, paling-paling operasi pasar saja. Nanti baru diintensifkan," jelas dia.

Pengendalian harga beras, lanjut dia, juga penting agar inflasi tahun ini bisa terjaga di angka 3,5 persen sesuai target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018. Untungnya, komponen harga beras tidak lagi menjadi biang keladi di inflasi bulanan Maret silam.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, harga beras justru menyumbang deflasi 0,1 persen terhadap kelompok pengeluaran bahan pangan yang tercatat 0,14 persen di bulan yang sama. Adapun, inflasi bulan lalu lebih disumbang oleh kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) khusus seperti Pertamax dan Pertalite.


"Yang namanya inflasi ini kan dari dalam dan luar negeri, dan salah satu inflasi ini kan kelompok bahan pangan bergejolak atau volatile food," imbuh dia.

Menurut data BPS, harga Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani turun 8,65 persen secara bulanan ke angka Rp5.442 per kilogram (kg) di Maret kemarin. Sementara itu, harga GKP di tingkat penggilingan turun 8,67 persen secara bulanan ke angka Rp5.555 per kg di periode yang sama.

Di tingkat penggilingan, harga beras kualitas medium tercatat Rp9.698 per kg atau turun 5,06 persen dibanding bulan sebelumnya Rp10.215 per kg. Selain itu, beras kualitas premium di tingkat penggilingan pada Maret tercatat Rp9.893 per kg atau turun 4,71 persen dibanding bulan Februari Rp10.382 per kg. (bir)