Bank Danamon Perkirakan Restu Akuisisi MUFG Terbit Juli 2018

Yuli Yanna Fauzie, CNN Indonesia | Sabtu, 21/04/2018 14:51 WIB
Bank Danamon Perkirakan Restu Akuisisi MUFG Terbit Juli 2018 Bank Danamon memperkirakan restu pelepasan 40 persen sahamnya ke BTMU, entitas bisnis MUFG, bisa diperoleh dari OJK pada Juli 2018 mendatang. (Dok. Bank Danamon).
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Bank Danamon Indonesia Tbk memperkirakan restu pelepasan 40 persen sahamnya ke Bank of Tokyo Mitsubishi UFJ Ltd (BTMU), entitas bisnis milik Mitsubishi UFJ Financial Group Inc (MUFG), bisa diperoleh dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Juli 2018 mendatang.

Optimisme ini disampaikan Direktur Keuangan Bank Danamon Satinder Ahluwalia mengingat perusahaan telah memberikan seluruh dokumen yang dibutuhkan dalam proses peralihan saham kepada OJK.

Selain itu, Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Danamon juga telah menyetujui peralihan saham tersebut, yang ditindaklanjuti dengan memberikan keterbukaan informasi kepada publik sejak 26 Januari 2018.



"Kami sudah submit (masukkan) seluruh dokumen ke OJK. Kalau OJK perlu klarifikasi, kami akan berikan. Mungkin butuh 2bulan -3 bulan sampai Juli 2018 baru kelihatan hasilnya," ujarnya di Menara Bank Danamon, Jumat (20/4).

Kendati demikian, Direktur Kepatuhan Bank Danamon Rita Mirasari menambahkan bahwa perusahaan belum bisa memberikan informasi lebih mengenai progres perizinan dari OJK.

"Kami bekerja mengenai aturan mereka saja. Sampai saat ini kami belum bisa memberikan informasi apapun, karena kami harus ikuti saran dari mereka," tutur Rita pada kesempatan yang sama.


Meski begitu, perusahaan sudah berancang-ancang menambah satu kursi direksi bagi perwakilan dari MUFG di Bank Danamon.

"Saat ini, belum masuk karena harus izin OJK. Jadi belum disetujui OJK, tapi sudah disetujui oleh RUPS. Karena harus fit and proper test (uji kelayakan dan kepatutan) dulu di OJK," kata Rita.

Saat ini, MUFG melalui BTMU telah menggenggam 19,9 persen saham Bank Danamon. Setelah berhasil meningkatkan kepemilikan saham mencapai 40 persen, MUFG berencana kembali memperbesar porsi saham di Bank Danamon hingga 73,8 persen.


Dengan target tersebut, MUFG sekaligus berencana menggeser posisi Temasek Holdings, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) asal Singapura yang saat ini menguasai mayoritas saham Bank Danamon.

Tercatat, saat ini Temasek memiliki 67,37 persen saham Bank Danamon melalui Asia Financial Indonesia Pte Ltd (AFI) yang dimiliki Fullerton Financial Holdings Pte Ltd. Keduanya adalah perusahaan afiliasi dari Temasek.

"Temasek memiliki hampir 74 persen. Jadi, kami mencoba untuk mencapai itu juga," tegas General Manager Mitsubishi UFJ Financial Group Inc. Hiroshi Kawano beberapa waktu lalu.


Menurutnya, rencana pengambilan saham Bank Danamon hingga 73,8 persen akan dilakukan dengan turut meleburkan PT Bank Nusantara Parahyangan Tbk (BNP) ke Bank Danamon. Hal ini karena BTMU juga memegang kepemilikan saham di BNP.

Dekatkan ke Toyota

Setelah berhasil menggenggam 40 persen saham dan melakukan proses untuk penambahan saham lagi, MUFG berencana mendekatkan Bank Danamon dengan produsen mobil asal Jepang, yakni Toyota dan Honda.

Kawano mengatakan hal ini agar MUFG bisa mendukung bisnis Bank Danamon yang kuat menyalurkan kredit ke korporasi hingga ke perusahaan pembiayaan (multifinance) untuk pembiayaan kendaraan bermotor.

Dengan begitu, kepemilikan saham yang lebih besar oleh MUFG bisa memberikan dorongan positif sekaligus tak mengubah bisnis inti Bank Danamon ke depan.


"Misalnya, untuk mengembangkan hubungan bisnis ke manufaktur, seperti Toyota dan Honda. Bank Danamon punya kapabilitas di situ, sehingga kami bisa kombinasikan ke situ dan kami bisa membuat sinergi," jelasnya.

Kendati begitu, Rita bilang, perusahaan belum mengadakan pembicaraan lebih lanjut terkait rencana itu dengan para jajaran direksi MUFG. Soalnya, proses pengalihan saham mencapai 40 persen belum final mendapat restu dari OJK.

"Belum ada fokus ke sana, setelah 40 persen mungkin ya (pembahasannya). Mungkin itu strategi mereka, nanti dibicarakan setelah 40 persen," pungkasnya. (bir)