Berdasarkan keterangan resmi Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (DJPPR Kemenkeu), pemerintah melelang lima surat utang, yakni SPN03180725, SPN12190131, FR0063, FR064, dan FR0075.
Dari lelang kelima surat utang tersebut, pemerintah memasang target indikatif mencapai Rp17triliun dan target maksimal Rp25,5 triliun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seri FR0063 bertenor 5 tahun memperoleh penawaran Rp1,35 triliun dengan yield 6,28 persen hingga 6,43 persen. Seri FR064 bertenor 10 tahun memperoleh penawaran Rp6,17 triliun dengan yield 6,87 persen hingga 7,02 persen. Kemudian, seri FR0075 bertenor 20 tahun memperoleh penawara Rp3,6 triliun dengan yield 7,41 persen hingga 7,65 persen.
Direktur Strategi Portofolio Utang Schneider Siahaan mengaku pelemahan rupiah berpengaruh pada kenaikan yield Surat Berharga Negara (SBN). Kenaikan yield, terutama terjadi pada SBN dengan tenor 10 tahun.
"Yield rata-rata tertimbang untuk tenor 10 tahun ada di kisaran 6,92 persen," jelas Schneider kepada CNNIndonesia.com, Selasa (24/4).
Pada penutupan perdagang sore ini, rupiah ditutup menguat 0,62 persen ke level Rp13.889 per dolar AS, setelah terus melemah sejak akhir pekan lalu. (agi/bir)