Proyeksi Duit Berputar dari Perhelatan Asian Games Rp45 T

Safyra Primadhyta, CNN Indonesia | Kamis, 26/04/2018 18:43 WIB
Proyeksi Duit Berputar dari Perhelatan Asian Games Rp45 T Bappenas menaksir penyelenggaraan Asian Games 2018 memutar duit masuk hingga Rp45 triliun yang berasal antara lain dari pengeluaran peserta dan pengunjung. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menaksir penyelenggaraan Asian Games 2018 memutar duit masuk hingga Rp45 triliun. Uang itu diperoleh dari pengeluaran peserta dan pengunjung, biaya konstruksi dan biaya operasional mulai dari persiapan pada 2015 lalu hingga pelaksanaannya nanti.

Berdasarkan hasil studi awal, Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan tahap persiapan dan pelaksanaan Asian Games memberikan dampak terhadap perekonomian. Di antaranya, meningkatkan sektor pariwisata, meningkatkan aktivitas ekonomi lokal, termasuk menciptakan lapangan kerja, serta mendorong pengembangan kota melalui pembangunan infrastruktur fasilitas olah raga.

Total biaya konstruksi fasilitas pendukung Asia Games, termasuk pembangunan Gelora Bung Karno, Stadion Jakabaring, wisma atlet, dan Light Rapid Transit (LRT) mencapai Rp34 triliun. Kemudian, biaya operasional diperkirakan mencapai Rp7,2 triliun.



Selanjutnya, berdasarkan data INASGOC dan Kementerian Pariwisata, dampak langsung dari pengeluaran peserta dan pengunjung Asian Games 2018 mencapai Rp3,6 triliun. Rinciannya, pengeluaran sebesar Rp2,5 triliun di Jakarta dengan konsentrasi persebaran peserta dan pengunjung 70 persen, serta Rp1,1 triliun di Palembang.

"Ini baru perkiraan awal. Jangan dilihat hanya segitu. Nanti harus dilihat lagi faktanya," ujar Bambang dalam konferensi pers di kantornya, Kamis (26/4).

Diperkirakan, 88 persen pengeluaran berasal dari penonton dan wisatawatan, 4,67 persen pengeluaran atlet, 3,96 persen pengeluaran awak media, 2,34 persen pengeluaran official, dan 0,77 persen pengeluaran sukarelawan.


Dari total pengeluaran peserta dan pengunjung, biaya akomodasi diperkirakan memakan biaya terbesar, yaitu Rp1, 3 triliun. Kemudian, biaya transportasi menyusul sebesar Rp640 miliar, makanan dan minuman Rp628 miliar, biaya belanja Rp560 miliar, dan biaya hiburan Rp280 miliar.

Penyelenggaraan Asian Games, lanjut Bambang, juga akan mendapat manfaat non ekonomi, di antaranya meningkatkan kohesi sosial dan mendorong perubahan budaya, perilaku, dan karakter masyarakat, serta meningkatkan kualitas tenaga kerja untuk acara internasional melalui partisipasi sukarelawan.

"Asian Games 2018 juga akan mendorong masyarakat untuk melakukan aktivitas olah raga sekaligus mengajak generasi muda untuk belajar mengenai semangat olah raga dan sportivitas, serta meningkatkan profil Indonesia," pungkasnya. (bir)