Analis Indosurya Sekuritas William Surya Wijaya memperkirakan IHSG akan bergerak konsolidasi, tetapi berpeluang menguat. Pelaku pasar masih akan menyoroti nilai tukar rupiah dan gejolak harga komoditas.
"Pola gerak IHSG akan bergerak konsolidasi di tengah penantian rilis data perekonomian awal bulan, seperti inflasi. Kekuatan naik masih akan terlihat," papar William.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan catatan CNNIndonesia.com, tiga indeks utama di bursa saham Wall Street berhasil menguat tadi malam. Dow Jones naik 0,99 persen, S&P500 naik 1,04 persen, dan Nasdaq Composite naik 1,64 persen.
Hari ini, ia meramalkan IHSG berada dalam rentang support 5.888 dan resistance 6.123. William cukup optimis IHSG bisa bangkit usai anjlok hampir tiga persen kemarin.
Seperti diberitakan sebelumnya, IHSG turun cukup dalam sebesar 2,81 persen atau 170 poin ke level 5.908. Sementara, jumlah jual bersih asing (net sell) mencapai Rp1,6 triliun.
Lihat juga:Harga Minyak Menguat Meski Dolar AS Perkasa |
Hampir senada, Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi berpendapat IHSG akan rebound secara teknikal. Menurutnya, indeks akan bergerak dalam rentang support 5.880 dan resistance 6.000.
"Secara teknikal IHSG terlihat tertahan pada level 5.900 yang merupakan level target support," kata Lanjar dalam risetnya.
Ia merekomendasikan pelaku pasar untuk mencermati beberapa saham perbankan, seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). (agi)