Pengamat pasar modal dari Buana Capital Suria Dharma mengatakan penurunan yield obligasi AS akan dapat meredam kekhawatiran pelaku pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed.
"Kalau yield obligasi AS naik, maka indikasinya The Fed bisa semakin agresif menaikkan suku bunga," ucap Suria kepada CNNIndonesia.com, Senin (30/4).
Lihat juga:Imbal Hasil Obligasi AS Pengaruhi Nasib IHSG |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi pelaku pasar masih akan melihat pergerakan yield nya stabil tidak, orang masih jaga-jaga terus," kata Suria.
"Pekan ini mungkin IHSG support nya di level 5.800 kemudian resistance nya di level 6.000," jelas Suria.
"Ditunjang juga oleh harapan kinerja emiten kuartal I 2018 yang akan didominasi dengan kinerja yang baik," kata William dalam risetnya.
Untuk itu, ia optimis IHSG bisa bergerak dalam rentang support 5.888 dan resistance 6.123. Hari ini, ia merekomendasikan beberapa saham perbankan, seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP).
Sepanjang pekan lalu, IHSG terpantau anjlok 6,6 persen ke level 5.919. Nilai kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) pun ikut terkoreksi 6,77 persen menjadi Rp6.577 triliun.