Jokowi Geleng-geleng Lihat Pertamina Minim Eksplorasi Minyak

Safyra Primadhyta, CNN Indonesia | Rabu, 02/05/2018 11:21 WIB
Jokowi Geleng-geleng Lihat Pertamina Minim Eksplorasi Minyak Ilustrasi Kilang Dumai Pertamina. (Dok. Pertamina)
Jakarta, CNN Indonesia -- Minimnya kegiatan eksplorasi PT Pertamina (Persero) membuat Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggeleng-gelengkan kepalanya. Hal itu terlihat saat Jokowi pertama kalinya berpidato dan menghadiri Pembukaan Konvensi dan dan Pameran Indonesian Petroleum Association (IPA) ke-42 2018 di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (2/5).

"Pertamina, (berdasarkan) informasi yang saya terima, sejak tahun 1970-an, tidak pernah melakukan eksplorasi dalam jumlah yang besar sampai saat ini. Yang ada eksplorasi yang kecil-kecil. Ini ada apa? ," ujar Jokowi.
Perhatian Jokowi beralasan. Pasalnya, produksi minyak Indonesia setiap tahunnya terus menurun. Sejak 2002, Indonesia telah menjadi net importir minyak bumi. Padahal, kegiatan eksplorasi akan membantu dalam menemukan cadangan minyak baru yang nantinya bisa menjadi ladang produksi minyak.

"Kami ingin produksi (minyak) meningkat dari tahun ke tahun karena sudah sekian tahun tidak ada eksplorasi besar," ujarnya.


Melihat hal itu, Jokowi telah memberikan arahan kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral untuk memangkas sejumlah regulasi guna menyederhanakan dan mempermudah perizinan. Dengan demikian, investasi eksplorasi bisa semakin marak di Indonesia.
"Sudah dipangkas 186 peraturan yang membuat ruwet, yang membuat bertele-tele untuk investasi di bidang (migas) ini. Khusus di sektor hulu ada 14 (regulasi yang dipangkas)," ujarnya.

Selain itu, Jokowi juga berharap proses perizinan terintegrasi melalui Online Single Submission (OSS) dapat berkontribusi positif pada investasi. Rencananya OSS akan diluncurkan pemerintah pada bulan ini.

Secara terpisah, Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Risiko Pertamina Gigih Prakoso mengakui alokasi investasi untuk eksplorasi perseroan memang menurun mengingat lapangan-lapangan migas yang dimiliki perseroan sudah mature, sementara kegiatan eksplorasi perseroan membutuhkan lapangan baru.

Namun, lanjut Gigih, perseroan mulai tahun ini hingga 2030 ke depan akan mulai fokus untuk memperbanyak kegiatan eksplorasi.
"Eksplorasi pastinya ke lapangan-lapangan baru kalau ingin mengharapkan ekplorasi yang besar, misalnya di Indonesia Timur," ujarnya.

Gigih menyebutkan setiap tahunnya perseroan mengalokasikan US$5 miliar di mana 70 persennya atau sekitar US$3,5 miliar untuk investasi hulu. Adapun alokasi investasi untuk kegiatan eksplorasi berkisar US$1 miliar hingga US$1,5 miliar.

Sebagai informasi, Konvensi dan Pameran IPA ke-42 Tahun 2018 akan digelar pada 2 - 4 Mei 2018 di JCC Jakarta. Mengangkat tema 'Driving Indonesia' s Oil and Gas Global Competitiveness', gelaran ini diikuti oleh lebih dari 1.500 peserta dari 116 peserta dan diperkirakan akan dikunjungi oleh 20 ribu pengunjung. (lav/lav)