ACP merupakan entitas baru Adhi Karya yang terbentuk dari hasil pemisahan (spin off) Departemen Transit Oriented Development (TOD) dan hotel. Spin off ini baru saja mendapatkan persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Jumat (4/5).
"Hasil RUPS ini ACP harus spin off tahun depan (2019)," kata Entus, Jumat (4/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain ACP, Adhi Karya juga akan melepas PT Adhi Persada Gedung (APG) ke lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) akhir tahun ini dengan melepas 30 persen-35 persen saham ke publik.
Menurut Entus, perusahaan berharap APG dapat mengantongi dana segar sebesar Rp1,2 triliun dari proses IPO. Nantinya, dana itu akan digunakan untuk melakukan kerja sama dalam bidang properti dengan ACP.
"Untuk membangun TOD itu," imbuh Entus.
Saat ini, perusahaan baru menguasai lahan 20-25 hektare (ha) dan proses membangun empat TOD di Bekasi Timur, Jati Cempaka, Ciracas, dan Sentul. Namun, khusus untuk Ciracas sendiri masih dalam proses menunggu surat Izin Membangun Bangunan (IMB).
Namun, dalam 11 tahun ke depan perusahaan menargetkan dapat membangun 12 TOD dari total target perusahaan sebanyak 18 TOD. Entus memperkirakan nilai kapitalisasi pengembangan dari 12 TOD bisa mencapai Rp55 triliun. (agi)