Adhi Karya 'Antar' Dua Anak Usaha Melantai di Bursa Efek

Dinda Audriene Muthmainah , CNN Indonesia | Jumat, 04/05/2018 22:10 WIB
Adhi Karya 'Antar' Dua Anak Usaha Melantai di Bursa Efek Adhi Karya berencana untuk mengantarkan dua anak usahanya, PT Adhi Commuter Properti dan PT Adhi Persada Gedung melakukan penawaran umum saham perdana (IPO). (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Adhi Karya Tbk (ADHI) berencana untuk mengantarkan anak usahanya, PT Adhi Commuter Properti (ACP) melakukan penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering/IPO) tahun depan.

ACP merupakan entitas baru Adhi Karya yang terbentuk dari hasil pemisahan (spin off) Departemen Transit Oriented Development (TOD) dan hotel. Spin off ini baru saja mendapatkan persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Jumat (4/5).

"Hasil RUPS ini ACP harus spin off tahun depan (2019)," kata Entus, Jumat (4/5).


Namun, ia belum bisa membeberkan berapa persentase saham yang akan dilepas ke publik dan target raihan dana dari aksi korporasi tersebut.


Selain ACP, Adhi Karya juga akan melepas PT Adhi Persada Gedung (APG) ke lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) akhir tahun ini dengan melepas 30 persen-35 persen saham ke publik.

"Masih dalam rencana kajian, lihat situasi juga kondisi pasar kan saat ini juga lagi tidak kondusif," terang Entus.

Menurut Entus, perusahaan berharap APG dapat mengantongi dana segar sebesar Rp1,2 triliun dari proses IPO. Nantinya, dana itu akan digunakan untuk melakukan kerja sama dalam bidang properti dengan ACP.

"Untuk membangun TOD itu," imbuh Entus.


Saat ini, perusahaan baru menguasai lahan 20-25 hektare (ha) dan proses membangun empat TOD di Bekasi Timur, Jati Cempaka, Ciracas, dan Sentul. Namun, khusus untuk Ciracas sendiri masih dalam proses menunggu surat Izin Membangun Bangunan (IMB).

Namun, dalam 11 tahun ke depan perusahaan menargetkan dapat membangun 12 TOD dari total target perusahaan sebanyak 18 TOD. Entus memperkirakan nilai kapitalisasi pengembangan dari 12 TOD bisa mencapai Rp55 triliun. (agi/agi)