"Pelabuhan Patimban memiliki kegiatan strategis, khususnya pada tahap awal ekspor produk otomotif nasional keluar negeri. Patimban ini berada di sebelah timur Karawang sehingga produk-produk dari industri itu tidak perlu sampai Pelabuhan Tanjung Priok tapi ke Pelabuhan Patimban," ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dikutip dari keterangan resmi, Senin (21/5).
Budi berharap dengan beroperasinya pelabuhan ini, biaya ekspor bakal lebih efisien. Pelabuhan ini juga diharapkan dapat menyelesaikan kemacetan di Jakarta karena selama ini pengiriman barang dari Jawa Barat dan Cibitung melalui Pelabuhan Tanjung Priok membutuhkan waktu yang lama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pelabuhan ini dibangun bertahap, pertama adalah tahun depan, setelah itu kurang lebih tahun 2023, dan terakhir tahun 2027. Pada saat tahun 2027 Patimban sudah dalam kapasitas 7.5 juta TEUs seperti Pelabuhan Tanjung Priok sekarang," tambah Menhub.
Dalam pembangunan salah satu proyek strategis nasional ini, pemerintah bekerja sama dengan Jepang dalam pendanaannya. Jepang memberikan pinjaman lunak dengan jangka waktu 40 tahun. (agi)