Besok, Bandara Kertajati Mulai Beroperasi

Yuli Yanna Fauzie, CNN Indonesia | Selasa, 22/05/2018 14:36 WIB
Besok, Bandara Kertajati Mulai Beroperasi Kementerian Perhubungan memastikan Bandara Kertajati beroperasi mulai besok (24/5) dan nantinya mampu melayani penerbangan haji. (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Perhubungan memastikan Bandar Udara Internasional Jawa Barat (BJIB) atau Bandara Kertajati bakal beroperasi mulai besok (24/5). Bandara ini dipastikan akan melayani penerbangan haji, kendati untuk sementara hanya akan menjadi bandara embarkasi haji antara.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memastikan seluruh operasional teknis bandara sudah sudah siap, mulai dari kesiapan pengelola bandara hingga maskapai. Rencananya, uji coba penerbangan akan dilakukan besok dari Bandara Kertajati ke Bandara Soekarno Hatta dengan durasi 45 menit.

"Kami maunya demikian (digunakan untuk arus mudik tahun ini). Tapi kami harus bicara dengan maskapai, nanti kamu upayakan," ujar Budi di Jakarta, Selasa (22/5).


Rencananya, jika sudah efektif beroperasi, Bandara Kertajati dapat melayani penerbangan ke Denpasar, Surabaya, Ujung Pandang, Balikpapan, dan Medan. Selain itu, bandara tersebut juga nantinya akan melayani penerbangan haji langsung ke Arab Saudi.


"Sekarang Boeing 777 (pesawat haji) tidak bisa mendarat (di Bandara Kertajati). Jadi kami gunakan alternatif pakai (Airbus A) 330 atau yang lain. Nanti Juli, landasan akan ditambah jadi 3 ribu meter, jadi tahun depan sudah bisa Boeing 777 di sana," terang dia.

Adapun untuk sementara, menurut Budi, Bandara Kertajati akan menjadi bandara embarkasi haji antara. Dengan demikian, nantinya jamaah haji akan diantarkan terlebih dahulu dari Bandara Kertajati ke Bandara Soekarno Hatta sebelum diterbangkan ke Arab Saudi.

Rencananya, untuk tahap awal, akan terdapat 3-5 kloter penerbangan di musim haji tahun ini. Dalam satu kloter diperkirakan bakal terdapat sebanyak 2.500 jemaah yang diterbangkan.


Tambahan Rute Mudik

Sementara itu, Direktur Operasional Garuda Indonesia Triyanto Moeharsono mengatakan bahwa pihaknya perlu mengkaji lebih dalam terkait permintaan penerbangan ke sejumlah kota, teutama yang menjadi tujuan mudik.

"Kami belum pelajari, karena kami lagi lihat demand-nya. Untuk apa kami ke sana kalau kosong, kan penumpang belum tahu. Lagipula ini sangat mepet dengan Lebaran," pungkasnya. (agi/bir)