Dilantik Mahkamah Agung, Perry Warjiyo Resmi Jadi Gubernur BI
Yuli Yanna Fauzie | CNN Indonesia
Kamis, 24 Mei 2018 10:55 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Mahkamah Agung melantik Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank Indonesia, menggantikan Agus Martowardojo yang habis masa jabatannya. Perry akan memimpin BI hingga 2023 mendatang.
Pelantikan dilakukan pada pukul 10.00 WIB di Gedung Mahkamah Agung melalui pembacaan Surat Keputusan Presiden tentang Pengangkatan Keanggotaan Dewan Gubernur BI. Pengambilan sumpah Perry dilakukan langsung oleh Ketua Mahkamah Agung Hatta Ali. Hatta sekaligus mengakhiri masa jabatan Agus Martowardojo.
"Saya bersumpah bawah saya untuk menjadi gubernur BI langsung atau tidak langsung dengan nama dan dalih apapun tidak menerima dan menjanjikan sesuatu kepada siapa pun," ujar Perry saat membacakan sumpah di Gedung Mahkamah Agung, Kamis (24/5).
Perry bukan orang baru di Bank Indonesia. Ia sejak awal berkarier di BI dengan jabatan terakhir sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia yang baru berakhir juga di bulan ini. Sebelum dilantik MA, Perry telah melalui proses uji kepatutan dan kelayakan di DPR RI.
Pada pelantikan Perry, tampak beberapa Menteri Kabinet Kerja turut hadir, antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dan Menteri BUMN Rini Soemarno.
Selain itu, ada pula Mantan Wakil Presiden Boediono yang juga pernah menakhodai BI. Kemudian hadir juga perwakilan dari para petinggi lembaga jasa keuangan, seperti Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan para bankir. (agi/agi)
Pelantikan dilakukan pada pukul 10.00 WIB di Gedung Mahkamah Agung melalui pembacaan Surat Keputusan Presiden tentang Pengangkatan Keanggotaan Dewan Gubernur BI. Pengambilan sumpah Perry dilakukan langsung oleh Ketua Mahkamah Agung Hatta Ali. Hatta sekaligus mengakhiri masa jabatan Agus Martowardojo.
Lihat juga:Sosok Perry Warjiyo, Bos Baru Bank Indonesia |
"Saya bersumpah bawah saya untuk menjadi gubernur BI langsung atau tidak langsung dengan nama dan dalih apapun tidak menerima dan menjanjikan sesuatu kepada siapa pun," ujar Perry saat membacakan sumpah di Gedung Mahkamah Agung, Kamis (24/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada pelantikan Perry, tampak beberapa Menteri Kabinet Kerja turut hadir, antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dan Menteri BUMN Rini Soemarno.
Selain itu, ada pula Mantan Wakil Presiden Boediono yang juga pernah menakhodai BI. Kemudian hadir juga perwakilan dari para petinggi lembaga jasa keuangan, seperti Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan para bankir.