Konsumsi Listrik Saat Lebaran Berpotensi Turun 20 Persen

Christine Novita Nababan, CNN Indonesia | Sabtu, 26/05/2018 17:40 WIB
Konsumsi Listrik Saat Lebaran Berpotensi Turun 20 Persen BPH Migas menyebut konsumsi listrik akan turun 20 persen secara nasional jelang perayaan Lebaran 2018. (ANTARA FOTO/Didik Suhartono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) menyebut konsumsi listrik akan turun 20 persen secara nasional jelang perayaan Lebaran 2018.

"Konsumsi listrik justru akan turun 20 persen jelang Lebaran, bahkan untuk Pulau Jawa menurun 30 persen," ujarnya Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa, mengutip Antara, Jumat (25/5).

Penurunan konsumsi listrik, sambung dia, dikarenakan banyak perkantoran yang berhenti beroperasi karena cuti bersama.


Namun demikian, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan memastikan pasokan energi, bahan bakar minyak dan listrik, akan berjalan baik selama Ramadan dan Lebaran.

Jaminan itu diberikan dengan kehadiran posko nasional ESDM yang berlaku efektif pada H-15 sampai H+13 Lebaran, yaitu 31 Mei hingga 28 Juni.

Posko tersebut akan memantau kondisi terkini terkait pasokan BBM, gas, elpiji, BBG, dan listrik. Di samping itu, posko nasional juga akan mengantisipasi kebencanaan geologi.


BPH Migas akan menjadi koordinator menjalankan tugas tersebut. Selain itu, PT Pertamina (Persero) menyatakan kesiapannya untuk mengamankan pasokan energi.

Plt Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menyatakan pihaknya sudah mengantisipasi lonjakan pemudik melalui moda tranpostasi darat di saat Lebaran. Diperkirakan, lonjakan pemudik mencapai sekitar 11-13 persen dari tahun lalu dengan tambahan ruas jalan tol sekitar 1.100 kilometer.

"Kami sendiri sudah ada satgas Lebaran. Kami sudah siapkan tambahan SPBU yang sifatnya modular," jelasnya.


Total, ada 42 titik tersebar dalam bentuk mobil dispanser maupun kios kemasan. Selain itu, 200 unit motor pengangkut BBM akan dikerahkan untuk menjangkau titik-titik kemacetan. Pertamina sudah mengidentifikasi titik mana saja yang dibutuhkan oleh pemudik.

Antisipasi serupa juga terjadi pada peningkatan transportasi laut maupun udara. "Pasokan avtur juga kami tingkatkan," tandas Nicke.


(Antara/bir)