Dia menuturkan saat ini satu SPBU harus melayani sekitar 33.000 kendaraan sehingga stoknya tak mencukupi. Jumlah SPBU mencapai 7.455 unit dengan komposisi masing-masing 50 persen di Jawa maupun di luar Jawa.
Walaupun demikian, Ibnu menegaskan, bisnis itu kian tak menarik di kota-kota besar macam di Jakarta atau Bandung. Dia mencontohkan dengan investasi Rp20 miliar maka keuntungan seharusnya dapat diperoleh sekitar Rp25 miliar-Rp30 miliar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masih Menarik di Daerah
BPH Migas menyatakan idealnya satu SPBU melayani sekitar 5.000 kendaraan baik roda dua maupun roda empat, namun kenyataannya mencapai 33.000. Di sisi lain, Ibnu menuturkan bisnis SPBU di daerah lain masih menarik.
"Ini bicara di kota besar, tapi di daerah masih menarik. Karena ada SPBU mini dan sub-penyalur," tegasnya.
Diketahui, PT Pertamina (Persero) mendirikan SPBU mini di pelbagai wilayah untuk mengatasi kelangkaan dan tingginya harga BBM di pelbagai wilayah. SPBU berukuran kecil ini akan menjual BBM dengan harga eceran. (asa)