Sebanyak 200 Motor Siap Jual Pertamax Kemasan di Tol Jawa

Safyra Primadhyta, CNN Indonesia | Rabu, 30/05/2018 19:49 WIB
Sebanyak 200 Motor Siap Jual Pertamax Kemasan di Tol Jawa PT Pertamina (Persero) telah menyiapkan 200 unit sepeda motor untuk mengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam kemasan. (CNN Indonesia/ Safyra Primadhyta)
Brebes, CNN Indonesia -- PT Pertamina (Persero) telah menyiapkan 200 unit sepeda motor untuk mengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam kemasan. Unit pengangkut akan disiagakan di Kios BBM Kemasan atau KiosK Pertamax yang tersebar di ruas tol Jawa, khususnya di wilayah Marketing Operation Region (MOR) IV yang beroperasi di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

"Total motoris yang kami siapkan di MOR IV itu 200 unit. Terdiri dari 125 titik di jalur Pantai Utara (Pantura). Selebihnya, di jalur selatan," ujar Fachrizal Imaddudin, Retail Fuel Marketing Rayon IV Pertamina Karesidenan Pekalongan, di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) MURI Brebes, Jawa Tengah, Rabu (30/5).

Menurut pria yang akrab disapa Ical ini, penggunaan sepeda motor efektif untuk memberikan pelayanan saat macet di ruas tol. Tak ayal, jumlah unit sepeda motor yang beroperasi meningkat dibandingkan tahun lalu yang hanya berjumlah 83 unit.
Nantinya, empat unit sepeda motor pengangkut BBM Kemasan akan disiagakan di setiap Kiosk Pertamax di ruas tol Pantura. Rencananya, bakal ada 25 Kiosk Pertamax yang beroperasi di ruas tol Jawa Tengah dan DIY.


Operasional unit motoris, lanjut Ical, berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Unit motoris hanya akan wara-wiri di jalur yang sudah dinyatakan padat oleh aparat Korps Lalu Lintas Kepolisian RI (Korlantas). Jika konsumen ingin membeli BBM, konsumen bisa langsung memanggil petugas yang bersangkutan.

"Sepeda motor kan sebenarnya tidak boleh lewat jalur tol. Jadi kami harus berkoordinasi dengan Korlantas," ujarnya.
Jenis bahan bakar yang dijual dalam kemasan hanya Pertamax untuk bensin dan Dex untuk diesel. BBM tersebut dijual dalam kemasan tabung berukuran 10 liter dengan harga jual sama dengan harga di SPBU. Dalam hal ini, Pertamax dibanderol Rp8.900 per liter dan Dex Rp10.100 per liter.

"Pembayaran ke petugas dilakukan secara tunai," ujar Ical.

Setiap motor mampu mengangkut tiga tabung atau 30 liter BBM. Jika habis, petugas yang bersangkutan bisa kembali ke Kiosk Pertamax asalnya untuk mengambil stok baru.

Menurut Ical, penjualan BBM di jalur tol memang diutamakan jenis BBM yang berkualitas tinggi. Hal itu sesuai data historis selama musim mudik beberapa tahun terakhir.
"Dari tahun ke tahun, historinya justru konsumen di jalur tol mencari Pertamax. Dari penggunaan (Pertamax) lebih irit, lebih hemat dan jarak tempuh lebih jauh," ujarnya. (lav)