Demi Lebaran, 571 SPBU di Jawa Kembali Jual Premium

Safyra Primadhyta, CNN Indonesia | Rabu, 23/05/2018 20:09 WIB
Demi Lebaran, 571 SPBU di Jawa Kembali Jual Premium Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut 571 SPBU di Jawa, Madura, Bali (Jamali) bakal kembali menyalurkan BBM jenis Premium. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut 571 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jawa, Madura, dan Bali (Jamali) bakal kembali menyalurkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Djoko Siswanto mengungkapkan saat ini, pemerintah tengah merevisi Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak.

Dalam revisi beleid tersebut, wilayah penugasan penyaluran Premium jadi diperluas dari yang sebelumnya di luar Jamali menjadi seluruh Indonesia.



"Begitu Perpres (revisi Perpres 191/2014) diteken, besoknya sudah bisa diganti dengan Premium lagi tangki-tangki di 571 (SPBU) itu," ujarnya di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Rabu (23/5).

Djoko mengungkapkan revisi perpres tersebut bakal diteken oleh Presiden Joko Widodo dalam waktu dekat. Dengan demikian, tambahan pasokan premium penugasan di Jamali terjamin sebelum perayaan Lebaran.

Lebih lanjut Djoko juga memastikan penambhan penugasan Premium tidak akan mengganggu pendistribusian BBM jenis Pertalite di Jamali.

Di tempat yang sama, Pelaksana Tugas Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menuturkan sebelumnya 571 SPBU tersebut menggunakan dua tangki timbun untuk Pertalite.

Nantinya, tangki timbun yang akan digunakan untuk pertalite hanya satu, dan sisanya bisa langsung diisi Premium.


"Jadi, tangki timbun lebih dari satu, sehingga kalau satunya kami isi premium jadi sudah siap," imbuh Nicke.

Selanjutnya, Pertamina tinggal menunggu kesiapan dari pemilik SPBU sebelum mendistribusikan Premium. Pasalnya, tangki yang sebelumnya digunakan untuk pertalite harus dikeringkan terlebih dahulu. Diharapkan, sebelum Lebaran proses pengeringan tangki sudah usai.

Sebagai informasi, berdasarkan data Badan Pengatur Hilir (BPH) Migas per awal Mei, terdapat 1.926 SPBU dari dari total 3.445 SPBU Pertamina di wilayah Jamali yang sudah tidak menjual premium. Jumlah ini meningkat dari tahun lalu yang hanya sekitar 800 SPBU. (bir)