Trump Kenakan Tarif Impor Baja Eropa, Picu Perang Dagang

Agustiyanti, CNN Indonesia | Jumat, 01/06/2018 06:18 WIB
Trump Kenakan Tarif Impor Baja Eropa, Picu Perang Dagang Presiden AS Donald Trump memberlakukan tarif impor baja dan alumunium dari Kanada, Meksiko, dan Eropa, memicu perang dagang dengan negara-negara tersebut. (Reuters)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberlakukan tarif impor bagi produk baja dan alumunium dari Kanada, Meksiko, dan Uni Eropa. Kebijakan ini kian memicu perang dagang dunia, setelah sebelumnya hanya melibatkan AS dan China.

Menteri Perdagangan AS Wilbur Ross menyebut tarif impor bakal dikenakan pada produk baja sebesar 25 persen dan alumunium sebesar 10 persen. Tarif tersebut bakal mulai berlaku 1 Juni 2018, tepat saat pergantian hari.

Keputusan Trump terkait tarif dilakukan berdasarkan Undang-undang Tahun 1962 yang memungkinkan presiden untuk menyesuaikan tarif impor atas barang-barang yang dianggap penting bagi keamanan nasional.


"Kami berpandangan bahwa tanpa ekonomi yang kuat, Anda tidak dapat memiliki keamanan nasional yang kuat," kata Ross, dikutip dari CNN, Kamis (31/5).


Keputusan Trump untuk menaikkan tarif impor tersebut dinilai bakal mengerek harga barang-barang yang digunakan penduduk Amerika Serikat sehari-hari. Hal ini juga berpeluang mendatangkan gugutan perdagangan dari negara lain.

Trump sebelumnya telah terlebih dahulu mengenakan tarif impor pada barang-barang China karena dianggap selama ini membuat AS mengalami defisit perdaganganyang besar.

Meksiko, Kanada, dan Uni Eropa secara spontan mengumumkan akan menyiapkan langkah balasan dengan mengenakan impor pada produk asal AS.


Dikutip dari Reuters, Menteri Ekonomi Meksiko Ildefonso Guajardo menyebut pihaknya bakal segera membalas tindakan Trump tersebut. Meksiko bakal menargetkan pengenaan tarif untuk impor kaki babi, apel, anggur, keju, hingga produk bajak dari negara AS.

Guardjo pun memperkirakan perang tarif ini akan mempengaruhi perdagangan kedua negara mencapai US$4 miliar.

Sementara itu, Kanada akan memberlakukan tarif balasan pada produk ekspor Amerika Serikat ke negara tersebut mencapai sekitar US$12,8 miliar.


"Kami harus percaya bawa pada titik tertentu, akal sehat akan menang," ujar Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau pada konferensi pers, beberapa jam setelah AS mengumumkan pengenaan tarif.

Kekhawatiran investor atas kebijakan perdagangan AS yang bisa memicu perang dagang tersebut membuat bursa saham Wall Street rontok.

Pada penutupan perdagangan kamis (31/5) indeks Dow Jones turun 1,02 persen, S&P turun 0,69 persen, sedangkan Nasdaq turun 0,27 persen. (agi/agi)