China Peringatkan AS agar Tak Kenakan Tarif Impor

Lavinda, CNN Indonesia | Senin, 04/06/2018 13:20 WIB
China Peringatkan AS agar Tak Kenakan Tarif Impor Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenakan tarif impor pada barang produksi China. Hal itu mengancam perkembangan kesepakatan perdagangan antara kedua negara. (REUTERS/Jonathan Ernst)
Jakarta, CNN Indonesia -- Rencana Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengenakan tarif impor pada barang produksi China mengancam kemajuan yang telah dibuat dalam kesepakatan perdagangan antara kedua negara.

Delegasi AS yang dipimpin oleh Menteri Perdagangan Wilbur Ross mengadakan pembicaraan dengan perunding Cina di Beijing pada hari Sabtu (2/6) dan Minggu (3/6).

Wilbur Ross membuat pernyataan singkat di depan wartawan saat ia dan Wakil Perdana Menteri China Liu He yang sekaligus penasihat ekonomi utama untuk Presiden Xi Jinping, bersiap untuk melanjutkan negosiasi.

Menurut pernyataan yang dikutip dari kantor berita resmi Xinhua, Pemerintah China tidak akan memenuhi komitmen untuk membeli barang AS lebih banyak jika ekspornya dikenakan tarif.


China mengisyaratkan pihaknya tidak akan mendapat tekanan dari pihak manapun untuk membuat perubahan besar pada kebijakan ekonominya.

"China ingin meningkatkan impor dari negara lain, termasuk Amerika Serikat, untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat China yang meningkat dan pertumbuhan ekonomi berkualitas tinggi negara itu," demikian pernyataan pemerintah China seperti dikutip dari CNN.com, Senin (4/6).
Kendati demikian, reformasi dan keterbukaan ekonomi, serta peningkatan konsumsi domestik adalah strategi nasional China. Langkah reformasi yang sudah mapan itu tidak akan berubah.

"Perjanjian antara China dan Amerika Serikat harus didasarkan pada premis kedua belah pihak bergerak ke arah yang sama dan tidak mengobarkan perang dagang," demikian diungkapkan perwakilan pemerintah China.

Jika AS menetapkan hambatan perdagangan, termasuk pengenaan tarif impor, maka semua manfaat negosiasi ekonomi dan perdagangan kedua pihak tidak akan berlaku.

Pertemuan di Beijing terjadi pada akhir pekan yang penuh gejolak, di mana Trump melepaskan serangan pertama dalam perang perdagangan global dengan menghidupkan kembali rencana untuk mengenakan tarif baru atas barang-barang China.

Tak hanya itu, Negeri Paman Sam juga 'memukul' Kanada, Meksiko dan Uni Eropa dengan pengenaan tarif pada impor pertambangan.

Dalam pembicaraan di Beijing akhir pekan ini, kedua belah pihak memiliki kesepakatan yang baik terkait kerja sama di bidang pertanian dan energi.

Bulan lalu, China berjanji untuk mengimpor lebih banyak produk dari Amerika demi mengurangi surplus perdagangan senilai US$375 miliar dengan Negeri Adidaya itu. Hal itu dilakukan usai sikap Trump yang sering mempersoalkan adanya kesenjangan perdagangan yang besar antara kedua negara. (CNN.com/bir)