ANALISIS

Selamat Tinggal Era Dana Murah

Yuli Yanna Fauzie, CNN Indonesia | Selasa, 05/06/2018 20:42 WIB
Selamat Tinggal Era Dana Murah Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia diyakini akan membuat kredit bank mekar. Pelaku usaha mengaku mulai ketar-ketir menanti kenaikan bunga kredit. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (7 Days Reverse Repo Rate) sebesar 50 basis poin dalam sebulan terakhir diyakini akan mengerek suku bunga perbankan. Pelaku usaha pun mulai ketar-ketir menanti mekarnya bunga kredit perbankan.

Maklum, kenaikan bunga kredit perbankan berarti semakin mahal sumber modal bagi dunia usaha. "Perlu diingat, industri dan pedagang butuh dana murah," ujar Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (Gapmmi) Adhi S Lukman, Selasa (5/6).

Apalagi, ia menyebut konsumsi masyarakat masih saja suam-suam kuku. Sehingga, harapan agar perbankan menahan bunga kredit semakin besar, demi menghela nafas mengatur pola bisnisnya.


Sebetulnya, industri bank umum kompak akan menahan suku bunga kredit dalam beberapa waktu ke depan. Namun, keputusan BI yang menaikkan lagi bunga acuannya pada 30 Mei lalu membuat bank mulai memutar otak.


Direktur PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Bob Tyasika Ananta menuturkan institusinya akan mengerek bunga deposito. Setelah itu, akan diikuti dengan bunga kredit. Ia tak merinci kapan, namun biasanya kenaikan bunga kredit 1-2 bulan usai kenaikan bunga deposito.

"Referensi (besaran kenaikannya) mengacu ke BI, tapi kemudian kami akan lihat pasar juga," jelasnya.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melihat bank masih bisa menahan kenaikan bunga kredit. Dalam beberapa bulan ke depan, bunga kredit diperkirakan masih bisa ditahan karena likuiditas bank masih banjir.


"Masih ada waktu bagi bank untuk menyesuaikannya. Ada waktunya, tidak seketika, yang paling tahu ya perbankan. Itu ada sedikit waktu untuk mereka sesuaikan," kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana.

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah menilai bank akan mengerek segera bunga kreditnya. Trennya, bunga kredit naik setelah BI mengerek suku bunga acuan. Namun, kenaikan bunga kredit masih terbatas pada nasabah-nasabah tertentu.

"Ini (bunga kredit) akan segera dinaikkan. Tapi, kenaikannya selektif. Misalnya, ke nasabah yang lebih berisiko, dari sisi profil atau sektornya," tandasnya. (bir)