Kembangkan Skytrain Bandara, AP II Tambah Tiga Unit Kereta

Safyra Primadhyta, CNN Indonesia | Rabu, 20/06/2018 03:15 WIB
Kembangkan Skytrain Bandara, AP II Tambah Tiga Unit Kereta AP II akan menambah tiga unit kereta untuk mengembangkan skytrain Bandara Soekarno Hatta menjadi enam trainset pada September 2018. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Angkasa Pura II (Persero) (AP II) berencana mengembangkan kereta tanpa awak (skytrain) untuk transportasi antar terminal di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta).

Sejak dioperasikan 17 September 2017 silam, Bandara Soetta memiliki tiga trainset yang beroperasi dual track (track A dan B) dengan lintasan sepanjang 3,07 kilometer (km). Skytrain Bandara Soetta dapat mengangkut 176 penumpang per perjalanan. Kecepatan maksimalnya 30 km per jam, dengan selisih waktu keberangkatan (headway) 13 menit dan waktu turun naik penumpang (dwell time) 1 menit.

Namun demikian, pengoperasian skytrain saat ini masih bersifat manual, yaitu masih melibatkan awak pengemudi di dalamnya. Waktu mobilisasinya pun juga belum optimal.

"Dilihat dari kenaikan pergerakan penumpang dari tahun ke tahun serta kurang lebih sebanyak 80 persen mayoritas pengguna skytrain adalah penumpang, maka kami akan melakukan pengembangan agar mereka tidak perlu menunggu lama untuk mobilisasi antarterminal," ujar Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (19/6).


Awaluddin merinci beberapa hal yang akan dikembangkan dari skytrain Bandara Soetta adalah rencana penambahan tiga trainset lagi pada September 2018, sehingga nantinya akan ada enam trainset yang bisa mengangkut hingga 352 penumpang tiap perjalanan.

Kemudian, akan ada rencana otomatisasi pengoperasian trainset tanpa awak. Kecepatannya pun akan ditambah dari headway yang semula 13 menit menjadi 6 menit. Dengan demikian, frekuensi kereta juga akan lebih banyak.

Terkait rute, saat ini, rute skytrain Bandara Internasional Soetta adalah Terminal 1 - Stasiun Kereta Bandara - Terminal 2 - Terminal 3 (pp). Rencananya, rute ini akan diperpanjang menuju Terminal 4 di area Soewarna Golf dan ke area komersial sky city yang saat ini masih dalam rencana pembangunan.

Lebih lanjut, perseroan juga akan membangun dan menyediakan fasilitas pendukung dari kereta layang ini, seperti sky bridge, lintasan, shelter, serta sistem dan persinyalan, yang merupakan hal fundamental dalam pengoperasian skytrain tersebut.


"Progres pembangunan lintasan dan shelter tahap 1 sudah 100 persen, sedangkan progres pengembangan sistem dan persinyalan otomatis hampir mencapai 100 persen. Dengan rencana pengembangan sky train ini, minimun connecting time (MCT) yang diperlukan untuk berpindah antar terminal akan lebih efisien," ujar Awaluddin.

Awaluddin tak menyebutkan berapa total investasi yang diperlukan untuk mewujudkan rencana pengembangan skytrain Bandara Soetta ke depan.

Namun, sebagai gambaran, investasi yang ditanamkan pada proyek skytrain sebelumnya mencapai sekitar Rp950 miliar. Sebesar Rp530 miliar di antaranya untuk pengadaan trainset, dan Rp420 miliar sisanya untuk pembangunan lintasan.


(bir)