Hari Keempat Lebaran, Penjualan Pertamax Melonjak 17 Persen

Safyra Primadhyta, CNN Indonesia | Rabu, 20/06/2018 01:39 WIB
Hari Keempat Lebaran, Penjualan Pertamax Melonjak 17 Persen Sampai H+4 Lebaran penjualan Pertamax menembus 18 ribu kiloliter atau naik 17 persen dari penjualan normal yang hanya sekitar 15 ribu kl. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan).
Jakarta, CNN Indonesia -- Satuan Tugas (Satgas) Ramadan dan Idul Fitri (RAFI) 2018 PT Pertamina (Persero) mencatat, per Selasa (19/6) atau H+4 Lebaran, penjualan Pertamax menembus 18 ribu kiloliter (kl) atau melonjak 17 persen dari penyaluran normal, 15 ribu kl. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, realisasi penyaluran meningkat 11 persen.

Vice President Corporate Communication Pertamina Adiatma Sardjito mengungkapkan meningkatnya penjualan Pertamax menunjukan semakin tingginya animo masyarakat menggunakan BBM berkualitas.

Adiatma memaparkan berdasarkan hasil pantauan Satgas RAFI menunjukkan bahwa secara keseluruhan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis bensin lebih tinggi 14 persen dari penyaluran normal. Hingga H+4 pada arus balik lebaran, perseroan terus menyalurkan 102 juta liter atau naik sekitar 9 persen dibandingkan periode yang sama Satgas 2017.


"Kendaraan arus balik bergerak kembali ke kota asal, sehingga konsumsi BBM masih tinggi. Yang menarik, Pertamax tetap menjadi pilihan pemudik," ujar Adiatma dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (19/6).

Selain penjualan Pertamax, Satgas RAFI 2018 juga mencatat peningkatan konsumsi Pertalite sebesar sembila persen. Pada arus balik tercatat realisasi penyaluran BBM dengan Research Octane Number (RON) 90 itu sebesar 50.500 kl, lebih tinggi dibandingkan dengan penyaluran normal yang hanya sekitar 46 ribu kl.

"Pertamina terus memonitor dinamika konsumsi BBM dan tren positif perubahan perilaku konsumen yang lebih tertarik menggunakan bahan bakar berkualitas sesuai spesifikasi kendaraan yang semakin canggih," ujarnya.

Guna mengantisipasi lonjakan permintaan BBM selama arus balik, Satgas RAFI 2018 telah menambah fasilitas pengisian BBM di jalur utama arus balik. Perseroan menyiagakan 20 mobil dispenser lebih banyak dibandingkan sembilan mobil dispenser yang tersedia pada 2017.

Kemudian, sebanyak 63 kios kemasan yang pada masa Satgas sebelumnya hanya 25 kios. Peningkatan yang terbesar terdapat pada layanan motor kemasan yang bertambah menjadi 200 motor dari tahun lalu yang hanya 83 motor.

"Untuk antisipasi peningkatan konsumsi yang naik tajam, Pertamina juga menyediakan 105 buffer tank BBM dan 10 juta liter BBM kemasan yang tahun sebelumnya hanya 4,5 juta liter," ujarnya.

Lebih lanjut, kepada masyarakat yang saat ini bersiap kembali ke kota masing-masing, Adiatma mengimbau agar mengisi BBM penuh tangki kendaraan pada SPBU wilayah keberangkatan, agar tetap nyaman dan aman di perjalanan.

Apabila masyarakat membutuhkan bantuan informasi mengenai BBM dan LPG, dapat menghubungi nomor telepon resmi perseroan 1 500 000. (osc)