Analis dan Ekonom Dunia Tebak Menebak Juara Piala Dunia

Galih Gumelar, CNN Indonesia | Sabtu, 23/06/2018 19:22 WIB
Analis dan Ekonom Dunia Tebak Menebak Juara Piala Dunia Ilustrasi tim kesebelasan Brasil di Piala Dunia 2018. (REUTERS/Damir Sagolj).
Jakarta, CNN Indonesia -- Analis pasar dan ekonom di dunia menebak-nebak juara Piala Dunia 2018. Sedikitnya, ada empat tim kesebelasan yang diunggulkan jadi pemenang perhelatan sepakbola empat tahunan tersebut. Yaitu, Brasil, Prancis, Spanyol, atau Jerman.

Tebak-tebakan tersebut bukan tanpa dasar. Menurut analis dan ekonom yang dikutip dari Financial Times, proyeksi pemenang dihasilkan dari statistik dan teori ekonomi yang dilakukan.

Analis bank asal Jepang Nomura Holdings Inc, misalnya, memprediksi Prancis menjadi pemenang atas Spanyol di final Piala Dunia. Sementara, urutan ketiga diisi oleh Brasil.


Riset Jepang Nomura Holdings Inc mengungkap dari data historis dan nilai para pemain yang berlaga di masing-masing kesebelasan.

"Analisis data historis kami mengisyaratkan bahwa tim ini akan memiliki performa buruk," ujar riset tersebut, Sabtu (23/6).

Sementara, bank investasi asal Swiss, UBS, menggunakan pendekatan ekonometrika untuk memilih pemenang Piala Dunia. Dalam metodenya yang kerap digunakan para manajer investasi untuk memilih saham, UBS memperkirakan Jerman unggul dengan probabilitas sebesar 24 persen.


UBS menilai probabilitas Inggris untuk menang cuma 8,5 persen. "Inggris juga punya kesempatan dua per tiga untuk mencapai babak perempat final," imbuh Ekonom UBS Wealth Management Dean Turner.

Prediksi kemenangan Jerman juga diramal oleh Commerzbank AG. Bertolak belakang dengan proyeksi bank asal Belanda ING Group yang memprediksi kemenangan Spanyol. Hal ini dikarenakan nilai seluruh pemain yang bernaung dibawah tim nasional Spanyol melampaui seluruh anggota tim kesebelasan lainnya.

Maraknya perbedaan analis dalam meramal pemenang Piala Dunia adalah indikasi bahwa analisis ekonometrika tidak melulu memberi jawaban yang mumpuni.


Tetapi, sekelompok tim dari Toulouse School of Economics mengkaji pemenang Piala Dunia dari album stiker Piala Dunia yang dirilis sejak 1970 silam.

Dengan menggunakan piranti lunak yang bisa memindai ekspresi wajah, Toulouse School of Economics menyimpulkan bahwa grup yang memiliki pemain dengan raut wajah marah atau gembira memiliki performa baik di babak grup ketimbang tim yang tidak punya ekspresi wajah sama sekali.

Sebab, tim yang punya wajah gembira disebut memiliki kepercayaan diri yang tinggi. Sementara tim yang terlihat marah dianggap punya sifat kompetitif yang tinggi dan mampu melahirkan banyak gol.


(bir)