Menteri Rini Berharap Tetapkan Dirut Baru Pertamina pada Juli

Safyra Primadhyta, CNN Indonesia | Minggu, 01/07/2018 00:47 WIB
Menteri BUMN Rini Soemarno mengaku sudah menyerahkan nama kandidat dirut baru Pertamina kepada Presiden RI Joko Widodo untuk dikaji sebelum ditunjuk. Menteri BUMN Rini Soemarno mengaku sudah menyerahkan nama kandidat dirut baru Pertamina kepada Presiden RI Joko Widodo untuk dipertimbangkan. (CNN Indonesia/Aulia Bintang Pratama)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menyatakan dalam waktu dekat segera menetapkan penunjukkan Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina (Persero).

Saat ini jabatan orang nomor satu di perusahaan minyak itu masih dipegang Pelaksana Tugas (Plt) Dirut Pertamina Nicke Widyawati yang juga merangkap sebagai Direktur Sumber Daya Manusia (SDM). 


Nicke mengisi kekosongan jabatan usai pemerintah mencopot Elia Massa Manik dari kursi Dirut Pertamina pada 20 April silam. Saat itu, Elia dicopot karena berbagai faktor. Salah satunya adalah kejadian tumpahan minyak di perairan Teluk Balikpapan dan kelangkaan premium di pasar.


"Insyaallah (penunjukkan Dirut Pertamina) tidak lama lagi. Moga-moga di bulan Juli," ujar Rini di sela acara halal bil halal di kediamannya, Jakarta, Sabtu (30/6).

Rini menyadari selama ia menjabat sebagai Menteri BUMN, ia telah dua kali mencopot pejabat Dirut Pertamina. Sebelum Elia, Dwi Soetjipto juga hanya bertahan selama periode 28 November 2014-3 Februari 2017.

Atas dasar itu, sambung Rini, kali ini pemerintah ingin memilih anggota Direksi yang berkomitmen dalam menjalankan peran Pertamina sebagai BUMN. Pertamina sebagai perusahaan pelat merah memiliki dua fungsi utama yaitu meningkatkan nilai perusahaan dan sebagai agen pembangunan.

"Ya betul kita (BUMN) memiliki punya tanggung jawab untuk meningkatkan nilai perusahaan tetapi fungsi agen pembangunan berdasarkan Undang-undang BUMN harus dilakukan," ujarnya.

Rini mengaku telah menyampaikan beberapa kandidat nama kepada Presiden Joko Widodo. Saat ini, kandidat tersebut masih dikaji Presiden.

(kid/kid)