KCIC Bangun 408 Rumah Dinas TNI Pengganti Lahan Kereta Cepat

CTR & Dinda Audriene Muthmainah, CNN Indonesia | Selasa, 03/07/2018 20:16 WIB
KCIC Bangun 408 Rumah Dinas TNI Pengganti Lahan Kereta Cepat Presiden RI Joko Widodo dan Menteri BUMN Rini Soemarno meresmikan pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung. (Laily Rachev/Setpres)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) resmi menyelesaikan pembangunan sekaligus memberikan 408 rumah dinas pengganti untuk Trikora TNI AU di kawasan Dwikora Pangkalan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma.

Ratusan rumah itu dibangun sebagai ganti atas penggusuran yang dilakukan KCIC untuk proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

Direktur Utama KCIC Chandra Dwiputra mengatakan 408 rumah dinas itu dibangun di atas lima lahan, di mana lahan pertama dibangun masing-masing 50 unit dengan tipe 72 dan 66 unit dengan tipe 120.



"Lahan kedua dibangun rumah tipe 60 sebanyak 72 unit dan tipe 72 sebanyak 63 unit," terang Chandra dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (3/7).

Sementara itu, lahan ketiga terdiri dari rumah tipe 72 yang dibangun sebanyak 21 unit. Kemudian, lahan keempat diisi oleh rumah bertipe 60 berjumlah 65 unit dan lahan kelima berisikan tipe rumah yang sama dengan jumlah 53 unit.

"Selain tempat tinggal, kawasan itu juga dibangun fasilitas olah raga, peribadatan, balai pertemuan, dan fasilitas umum lainnya," papar Chandra.


Sebelum direlokasi, kata Chandra, penghuni rumah itu tinggal di kompleks Trikora yang berada di atas lahan milik Kementerian Pertaanan dengan pengelolaan TNI AU.

Chandra menuturkan lahan bekas kompleks Trikora itu akan digunakan sebagai stasiun dan trase kereta cepat Jakarta-Bandung. Ia menyebut pihaknya telah melakukan konstruksi untuk pembangunan stasiun dan trase.

"Mengapresiasi atas peran besar Lanud Halim Perdanakusuma dalam mendukung pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung," ujar Chandra.

Ia menambahkan pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung sudah berlangsung di 22 titik kritis. Ia mengakui pembangunan di titik kritis itu bukanlah persoalan yang mudah.


"Proses pembangunan kereta cepat dapat selesai sesuai waktu yang ditetapkan dan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat," pungkas Chandra.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjantoe mengapresiasi pembangunan rumah dinas tersebut. Pasalnya, Hadi bilang jumlah yang diganti melebihindari rumah yang terkena dampak pembangunan.

"Rumah dinas yang terdampak hanya 186 unit tapi perumahan yang dibangun oleh Kementerian BUMN sebanyak 408 unit dengan berbagai tipe. Jauh lebih bagus dari tempat tinggal sebelumnya. Bahkan, karena dekat sehingga tidak perlu merubah KTP," ujar dia.

Pengerjaan konstruksi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung ditargetkan bisa mencapai 25 persen pada akhir 2018. Sejauh ini, progres pembebasan lahan sudah mencapai sekitar 70 persen.

Pembangunan di Halim masih Di berlangsung pengerjaan Proyek Inlet Tunnel Kereta Cepat, tepatnya di KM 3 Jalan Tol Jakarta-Cikampek sepanjang 1.830 meter. Adapun total pengerjaan proyek tunel ini sepanjang 16.375 m dengan lama pengerjaan 26 bulan.

Pada titik ini, telah diselesaikan pemadatan 2.700 m2 konstruksi jalan beton, jalan akses serta pembangunan bengkel pengelasan besi pancang (rebar). (lav/gil)