Bappenas Imbau Fintech dan Bank Syariah Bersinergi

Lavinda, CNN Indonesia | Jumat, 06/07/2018 05:15 WIB
Bappenas Imbau Fintech dan Bank Syariah Bersinergi Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengimbau teknologi finansial (Fintech) untuk bersinergi dengan perbankan syariah demi mendorong pengembangan industri keuangan syariah.

"Industri keuangan syariah seperti bank dan asuransi bisa meningkatkan aset dan mendapatkan posisi signifikan di porsi aset keuangan nasional. Solusinya melalui Fintech," kata Bambang seperti dikutip Antara, Kamis (5/7).

Bambang menjelaskan perbankan syariah tidak bisa lagi bergantung pada cara-cara tradisional untuk mengembangkan bisnis dan mencari nasabah potensial, melainkan harus mencari inovasi baru yang lebih solutif.



Sinergi dengan Fintech yang berbasis kepada jaringan teknologi sangat dibutuhkan perbankan syariah, karena dianggap bisa memberikan efisiensi dan pelayanan jasa dalam waktu cepat kepada para konsumen.

"Bank syariah tidak mungkin membangun kantor cabang di seluruh Indonesia karena terlalu mahal untuk investasi. Padahal mencari nasabah bisa dengan Fintech, sehingga tidak perlu melakukan rekrutmen SDM, untuk efisiensi," ujarnya.

Melalui akses pembiayaan dari Fintech, tambah dia, para wirausaha atau pelaku usaha kecil yang ingin mengembangkan industri halal bisa memperoleh pendanaan untuk memulai berusaha dengan cara yang lebih cepat dan memudahkan.


Bisnis dengan teknologi finansial saat ini sedang berkembang pesat, dengan tercatat nilai transaksi industri Fintech di Indonesia pada 2017 mencapai estimasi 18,65 miliar dolar AS.

Indonesia menjadi pasar potensial dari pemanfaatan teknologi finansial berbasis syariah ini karena sebanyak 85 persen dari total 250 juta penduduk adalah beragama muslim dan tercatat sebanyak 140 juta orang merupakan pengguna internet pada 2017.

Meski demikian, masih dibutuhkan kolaborasi dengan para pemangku kepentingan agar pemanfaatan Fintech syariah ini bisa memberikan manfaat kepada industri keuangan syariah.


Saat ini, dari 49 Fintech yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan dan bergerak pada bidang "peer-to peer lending", namun baru satu Fintech yang tercatat berbasis syariah yaitu PT Ammana Fintek Syariah. (Antara/lav)