Menteri Rini Minta Tol Pejagan-Semarang Rampung Akhir 2018

Lavinda, CNN Indonesia | Kamis, 12/07/2018 12:26 WIB
Menteri Rini Minta Tol Pejagan-Semarang Rampung Akhir 2018 Foto aerial simpang susun Adiwerna ruas Tol Pejagan-Pemalang di Tegal, Jawa Tengah, Jumat. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mendesak PT Waskita Karya (Persero) Tbk dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk selaku kontraktor merampungkan pembangunan tol Pejagan hingga Semarang paling lambat akhir 2018.

Hal itu disampaikan Rini Soemarno saat melakukan peninjauan ke dua ruas tol Trans-Jawa, yakni ruas tol Pejagan-Pemalang dan ruas Pemalang-Batang sampai dengan Semarang.

"Sepanjang hari ini saya menyusuri ruas tol dari Pejagan hingga Semarang yang pada masa mudik kemarin sempat dibuka secara fungsional. Sekarang sedang dilanjutkan dan dibereskan, sehingga akhir tahun bisa selesai sesuai target," ujarnya seperti dikutip dari keterangan tertulis, Kamis (12/7).


Dalam kunjungan tersebut, Rini mengimbau kontraktor untuk mementingkan aspek keselamatan, baik dalam proses pembangunan maupun bagi pengguna jalan, meliputi ketinggian tanah, penerangan, serta marka lalu lintas.


Ruas tol Pejagan-Pemalang membentang dari Pejagan, Jawa Barat hingga Pemalang di Jawa Tengah. Ruas ini juga merupakan bagian dari jalan tol Trans-Jawa yang menghubungkan ruas Kanci-Pejagan dengan ruas Pemalang-Batang.

Pemegang konsesi ruas ini adalah PT Pejagan Pemalang Tol Road yang saat ini sahamnya dimiliki oleh PT Waskita Transjawa Toll Road, salah satu anak perusahaan PT Waskita Toll Road.


Ruas tol diambilalih PT Waskita Toll Road pada 2014, hingga kemudian seksi I dan II mulai terbangun dan beroperasi pada Juli 2016, sedangkan seksi III dan IV baru akan resmi beroperasi pada Juli 2018.

"Nilai investasi yang digelontorkan untuk proyek ruas ini ini mencapai Rp 7,62 triliun," sebutnya.

Sementara itu, hak konsesi ruas Pemalang-Batang dipegang oleh PT Pemalang Batang Tol Road dengan menelan investasi sebesar Rp7,5 triliun. Ruas ini sebelumnya difungsikan sementara untuk arus mudik dan balik pada Idul Fitri 2018, dan baru akan beroperasi secara keseluruhan pada Oktober 2018.

Khusus ruas tol Batang-Semarang, pemegang konsesinya adalah PT Jasamarga Semarang Batang (JSB) yang sahamnya dimiliki oleh Jasa Marga dan Waskita Toll Road. Ruas ini membentang sepanjang 75 km dengan biaya investasi mencapai Rp 11,05 triliun.


Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani menuturkan, pengerjaan ruas ini telah mencapai 83,99 persen hingga 1 Juli 2018 dan ditargetkan bisa selesai pada akhir tahun 2018.

"Pembangunan di ruas Batang-Semarang yang sudah berlanjut lagi setelah dipakai mudik termasuk, jembatan Kalikuto. Saya yakin ruas tol Batang-Semarang akan bisa dioperasikan tahun ini," ungkap Desi.

Direktur Utama PT Waskita Karya (Persero) Tbk. I Gusti Ngurah Putra mengaku optimis akhir tahun ini ruas Pejagan sampai Semarang bisa selesai. Terlebih pengerjaan jembatan Kalikuto yang merupakan salah satu titik penting dalam ruas ini sudah mencapai 90 persen dan bisa rampung akhir Agustus mendatang. (lav/bir)