Kesepakatan Freeport Bikin Rupiah Terdongkrak Tipis

Yuli Yanna Fauzie, CNN Indonesia | Jumat, 13/07/2018 17:55 WIB
Kesepakatan Freeport Bikin Rupiah Terdongkrak Tipis Rupiah ditutup di posisi Rp14.378 per dolar AS pada akhir perdagangan hari ini, Jumat (13/7). Posisi ini menguat 12 poin dibanding hari sebelumnya. (REUTERS/Willy Kurniawan).
Jakarta, CNN Indonesia -- Nilai tukar rupiah ditutup di posisi Rp14.378 per dolar Amerika Serikat (AS) pada akhir perdagangan hari ini, Jumat (13/7). Posisi ini menguat 12 poin atau 0,08 persen dari penutupan hari sebelumnya di posisi Rp14.390 per dolar AS.

Berdasarkan kurs referensi BI atau Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), rupiah berada di posisi Rp14.358 per dolar AS atau menguat 77 poin dari posisi kemarin di Rp14.435 per dolar AS.

Di kawasan Asia, rupiah berhasil menguat dari dolar AS bersama won Korea Selatan, rupee India dan yen Jepang , yang masing-masing menguat 0,23 persen, 0,11 persen, dan 0,03 persen. Sedangkan mata uang Asia lainnya justru rontok dari dolar AS.



Mulai dari peso Filipina minus 0,06 persen, ringgit Malaysia minus 0,25 persen, dolar Singapura minus 0,37 persen, baht Thailand minus 0,41 persen, dan renmimbi China minus 0,54 persen.

Begitu pula dengan mata uang di negara maju. Poundsterling Inggris melemah 0,65 persen, dolar Australia minus 0,44 persen, euro Eropa minus 0,41 persen, dolar Kanada minus 0,3 persen, franc Swiss minus 0,2 persen, dan rubel Rusia minus 0,11 persen.

Muhammad Nafan Aji, Analis Binaartha Sekuritas mengatakan mata uang yang berhasil menguat pada hari ini karena memiliki sentimen positif dari dalam negeri masing-masing.


Khususnya untuk rupiah, penguatan sedikit banyak mendapatkan pengaruh dari kesepakatan antara pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Freeport-Mc Moran Inc, selaku induk PT Freeport Indonesia.

Kesepakatan kedua pihak dituangkan dalam Head of Agreement (HoA) yang salah satunya berisi tentang dominasi kepemilikan saham pemerintah di Freeport Indonesia.

Porsi saham pemerintah ini dipegang oleh PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum dan sekitar 10 persennya dipegang oleh Pemerintah Daerah Papua dan Kabupaten Mimika.


Menurutnya, kesepakatan ini mulanya berdampak pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang berhasil menguat 0,61 persen ke level 5.944. Selanjutnya, pengaruh dari IHSG ini turut memberi pengaruh kepada penguatan rupiah.

"Sebenarnya kesepakatan Freeport ini lebih kepada pergerakan IHSG, tapi rupiah juga mendapat pengaruh dari sini," katanya kepada CNNIndonesia.com.

Bahkan penguatan rupiah diperkirakan bisa kembali berlanjut pada bulan depan, seiring dengan akan dirilisnya data neraca perdagangan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Bila hasilnya sesuai dengan ekspektasi pasar, yaitu surplus, maka rupiah akan bertahan di zona hijau. (bir)